Tiga Guru MTsN Kota Probolinggo Raih Silver Medal di Ajang Riset Guru Internasional
pendidikan madrasah

Tiga Guru MTsN Kota Probolinggo Raih Silver Medal di Ajang Riset Guru Internasional

19 Oktober 202662 kali dibaca

Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang membantu peserta didik menganalisis informasi, mengevaluasi gagasan, dan membangun kesimpulan secara logis.

Internasional

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pendidikan madrasah Kota Probolinggo di tingkat internasional. Tiga guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Probolinggo berhasil meraih Silver Medal (Juara 2) dalam International Research Teachers Competition (IRTC), kompetisi riset internasional yang diikuti para guru, pada 13–17 Oktober 2026 di Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Ketiga guru berprestasi tersebut adalah Yenni Ernita Kusumawardhani, M.Pd., Siti Abidah, M.Pd., dan Maimuna Mirantini, M.Pd. Mereka berhasil meraih penghargaan melalui karya penelitian berjudul “The Development of an Adaptive Digital Module Featuring AI-Generated Documentaries of Muslim Scientist to Enhance Students Critical Thinking Skills.”

Penelitian tersebut mengangkat pengembangan modul digital adaptif yang dilengkapi dokumenter tentang ilmuwan Muslim berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Karya tersebut menunjukkan upaya guru madrasah dalam merespons perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan dokumenter berbasis AI tentang ilmuwan Muslim juga menjadi pendekatan untuk memperkaya sumber belajar serta mengenalkan kontribusi ilmuwan Muslim dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Capaian Silver Medal dalam kompetisi riset tingkat internasional ini menjadi pengakuan atas upaya pengembangan profesionalisme guru, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi pembelajaran. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa guru madrasah memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan melalui karya ilmiah yang adaptif terhadap kemajuan zaman.

Di tengah transformasi digital pendidikan, pengembangan bahan ajar yang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kebutuhan penting. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang membantu peserta didik menganalisis informasi, mengevaluasi gagasan, dan membangun kesimpulan secara logis.

Keberhasilan Yenni Ernita Kusumawardhani, Siti Abidah, dan Maimuna Mirantini di ajang IRTC diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berkarya, melakukan penelitian, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Prestasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan madrasah. Dengan semangat belajar sepanjang hayat dan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi, guru madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

Raihan Silver Medal tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, melainkan juga wujud komitmen guru madrasah untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan mengambil bagian dalam memajukan pendidikan Indonesia di tingkat global. (Rief/Humas).

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait