Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Semangat memajukan pendidikan anak usia dini, khususnya melalui Raudlatul Athfal (RA), terus digaungkan Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kota Probolinggo. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Gemilang (Gebyar Pimpinan Masa Depan dan Guru Raudlatul Athfal) 2026, yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2027.
Mengusung semangat kompetisi, kreativitas, dan penguatan kapasitas pendidik, Gemilang RA 2026 melibatkan ratusan peserta dari berbagai lembaga RA se-Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Subbagian Tata Usaha Ahmad Zaini, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah M. Zainullah, Pengawas Madrasah, serta jajaran Pengurus IGRA Kota Probolinggo.
Ketua Panitia Gemilang RA 2026, Zida Shobrina Su’aidiyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diikuti oleh siswa-siswi dan guru RA yang telah memenuhi persyaratan pendaftaran sesuai ketentuan panitia.
Sejumlah cabang lomba disiapkan untuk menggali potensi dan kreativitas peserta, di antaranya Pantomim Berpasangan, Anak Berkisah, Tahfidz Juz 29 bagi Guru, Estafet Berpasangan, serta Best Practice bagi Tenaga Pendidik.
“Persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, koordinasi pendaftaran, penyusunan aturan lomba, hingga ketersediaan sarana dan prasarana,” terang Zida.
Ia menambahkan, panitia juga melibatkan dewan juri yang berkompeten pada masing-masing bidang untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, dalam sambutan pembukaannya mengajak para pendidik RA untuk memahami perkembangan jiwa dan karakter anak yang terus berubah seiring perkembangan zaman.
Menurutnya, pendidik perlu menyadari bahwa generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perubahan tersebut, salah satunya, ditandai dengan semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital.
“Ada hal penting yang patut kita catat dan renungkan hari ini. Sungguh penting bagi kita untuk senantiasa mendalami dan mempelajari perkembangan jiwa anak-anak kita. Janganlah kita lupa bahwa kita hidup di masa yang berbeda dengan zaman mereka. Dulu kita berkomunikasi lewat surat-suratan, kini kita menghadapi generasi yang berbeda,” ungkapnya.
Didik mengakui, perkembangan teknologi dan penggunaan gawai sejak usia dini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik, termasuk guru RA.
“Saya yakin kita semua merasakan kesulitan tersendiri. Gadget kini sudah menjadi makanan utama mereka. Bahkan sebelum masuk pendidikan RA pun mereka sudah mengenalnya. Tentu ini menjadi kendala serius, terutama bagi kita para pendidik di RA. Maka pertanyaannya, bagaimana kita menjadikan teknologi dan media sosial ini sesuatu yang bernilai positif?” tuturnya.
Karena itu, Didik berharap Gemilang RA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi agenda kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukatif untuk membangun kreativitas, menumbuhkan keberanian, dan menanamkan nilai sportivitas kepada anak-anak sejak dini.
“Saya menginginkan kegiatan ini tidak sekadar seremonial atau sekadar menggugurkan kewajiban saja. Melainkan menjadi bukti nyata kesadaran kita bahwa kegiatan seperti ini sungguh penting untuk menjaga kreativitas, menumbuhkan jiwa, serta menanamkan rasa sportivitas kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Didik juga berpesan agar seluruh peserta menjadikan Gemilang RA 2026 sebagai pengalaman berharga. Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi.
“Menang bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih utama adalah keberanian untuk tampil, semangat berusaha, serta menjunjung tinggi sportivitas,” harapnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh keluarga besar RA di Kota Probolinggo menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, kreatif, percaya diri, dan berprestasi.
“Melalui kegiatan tahun 2026 ini, mari kita bersama-sama menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, kreatif, percaya diri, dan berprestasi, serta menjadikan guru RA yang semakin profesional, inovatif, dan inspiratif,” ajaknya.
Ia pun mengingatkan para peserta dan pendidik untuk memanfaatkan momentum Gemilang RA sebagai ruang belajar, berkreasi, sekaligus mempererat persaudaraan keluarga besar RA Kota Probolinggo.
“Mari kita manfaatkan momen ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Kegiatan Gemilang RA 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Kankemenag Kota Probolinggo dengan membaca Basmalah bersama. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri anak serta memperkuat profesionalisme para guru RA di Kota Probolinggo. (Rief/Humas).



