Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Menjadi momen istimewa bagi 33 murid peraih juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kota Probolinggo. Para peraih peringkat 1, 2, dan 3 dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat menerima penghargaan berupa piagam dan trofi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Apel Rutin Tujuh Belasan ASN Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Kamis (17/9/2026).
Apresiasi diberikan sebagai bentuk komitmen Kemenag Kota Probolinggo untuk terus hadir dalam mengawal pendidikan, memberikan ruang bagi murid untuk menguji dan mengembangkan kemampuan, sekaligus menumbuhkan talenta serta daya saing generasi muda.
“Apresiasi ini merupakan bentuk komitmen Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo untuk terus hadir dan mengawal pendidikan. Kami ingin memberikan ruang kepada murid untuk menguji kemampuan akademiknya, menumbuhkan talenta dan daya saing, serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains dan inovasi,” ujar Kepala Kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, dalam sambutannya.
Didik menyampaikan bahwa prestasi yang diraih para juara OMI bukan sekadar capaian kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik. Kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan mental yang kuat, doa, akhlak yang baik, serta sikap hormat dan bakti kepada orang tua dan guru.
“Selamat dan sukses kepada seluruh pemenang OMI Tingkat Kota Probolinggo. Persiapkan dan tingkatkan kemampuan diri, kuatkan mental, jangan lupa berdoa, serta tetap jaga akhlak. Berbaktilah kepada orang tua dan guru. Semoga prestasi ini menjadi bekal untuk melangkah dan memberikan yang terbaik di tingkat Provinsi hingga Nasional,” pesannya.
OMI: Ruang Bertemunya Sains, Riset, Talenta, dan Karakter
Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) merupakan ajang kompetisi sains dan riset nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kompetisi ini menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik, daya nalar, kreativitas, riset, serta inovasi.
Bidang yang dilombakan mencakup bidang sains, antara lain Matematika, IPA/IPAS, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi terintegrasi. Selain itu, OMI juga menghadirkan bidang riset dengan beragam topik, di antaranya ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), serta transformasi digital.
Peserta OMI berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat.
Bagi Kemenag Kota Probolinggo, keberhasilan para murid dalam OMI menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Dua Pegawai Purna Tugas Menerima SK dan Kenang-Kenangan
Masih dalam rangkaian Apel Tujuh Belasan, Kepala Kankemenag Kota Probolinggo juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Purna Tugas serta kenang-kenangan kepada dua insan pendidikan dan pengawasan di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo.
Keduanya adalah Sadedi, Pengawas Madrasah, dan Siti Maizuna, Guru MAN 2 Kota Probolinggo. Keduanya memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Oktober 2026.
Penyerahan SK dan kenang-kenangan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Agama.
Prestasi para murid OMI dan purna tugas para pegawai menjadi dua cerita yang hadir dalam satu momentum apel: tentang generasi yang sedang menapaki masa depan dan para pengabdi yang telah menorehkan jejak pengabdian.
Keduanya menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan pelayanan Kementerian Agama Kota Probolinggo—prestasi yang terus tumbuh dan pengabdian yang tetap dikenang. (Rief/Humas).



