KUA Mayangan - Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo menggelar Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 pada Rabu (28/10/2026) pukul 07.30 WIB di halaman Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Jalan Mastrip Nomor 323. Apel ini diikuti seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Kankemenag Kota Probolinggo dengan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH). Apel berlangsung khidmat dengan susunan petugas sebagai berikut: Komandan Upacara: Sony Haryanto. Pembawa Acara: Eko Eni Suyanti. Ajudan: Mohammad Thoyib Maulana. Pembaca Teks Kongres: Khoirun Nisa. Dan Pembaca Doa: Ainul Kamal Rofiqi.
Amanat Menpora: Kemajuan Dimulai dari Karakter
Dalam apel tersebut, dibacakan naskah sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, oleh Kepala Kantor kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Menpora mengingatkan bahwa 98 tahun lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan dan menguatkan perjuangan, sehingga lahir tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa. Semangat itu, menurutnya, harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.
Menpora menegaskan bahwa kemajuan tidak sekadar diukur dari gedung yang menjulang, teknologi yang canggih, atau kekayaan yang berlimpah. “Kemajuan sejati dimulai dari manusia,” yakni dari karakter, hati yang mencintai tanah air, jiwa yang tidak menyerah, dan kepedulian terhadap sesama.
Untuk itu, generasi masa depan harus memiliki tiga nilai utama:
- Patriotik, yaitu mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata.
- Gigih, yaitu tidak menyerah saat menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika gagal, dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa.
- Berempati, yaitu tidak hanya memikirkan keberhasilan diri sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan sesama dan tidak berpaling saat rakyat membutuhkan pertolongan.
Menpora juga menekankan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Kepada para pemuda, Menpora berpesan agar bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin, menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati, berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Setiap ilmu, karya, dan pengorbanan hendaknya dijadikan bukti cinta kepada Indonesia. “Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian penutup sambutan tersebut.
Momentum Meneguhkan Pengabdian
Apel Hari Sumpah Pemuda ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kemenag Kota Probolinggo untuk meneguhkan semangat persatuan dan meneladani nilai patriotik, gigih, dan berempati dalam pelayanan kepada umat dan masyarakat. Apel ditutup dengan pembacaan doa, memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberi persatuan, keberkahan, dan kekuatan dalam membangun masa depan bersama. (Hmd)



