KUA Mayangan - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo menggelar Shalat Istisqa’ bersama pada Senin (26/10/2026). Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB di halaman belakang kantor. Shalat ini menjadi ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Perbanyak Istighfar
Dalam khutbahnya, khatib Duhron, mengajak jamaah meningkatkan takwa dan memperbanyak istighfar. Khatib mengutip firman Allah SWT dalam QS. Nuh ayat 10–11 bahwa istighfar menjadi salah satu sebab datangnya rahmat dan turunnya hujan.
Menurut khatib, Istisqa’ tidak sekadar memohon hujan dengan lisan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengakui kelemahan diri, bertobat, dan kembali kepada Allah. Manusia tidak mampu menciptakan setetes air pun, mengatur awan, atau menurunkan hujan, karena semuanya berada dalam kekuasaan Allah, sebagaimana tersirat dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 68–69.
Kekeringan sebagai Momentum Introspeksi
Khatib juga mengingatkan agar kekeringan dijadikan momentum introspeksi. Jamaah diajak menanyakan kembali kualitas rasa syukur, ketaatan menjaga shalat, pemenuhan hak sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Khatib merujuk QS. Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia.
Jamaah diajak memperbaiki shalat, mempererat hubungan keluarga, menunaikan zakat dan sedekah, meminta maaf kepada orang yang pernah dizalimi, serta menjaga lingkungan. Kegiatan ditutup dengan doa agar Allah SWT mengampuni dosa, menjadikan hamba pandai bersyukur, melapangkan rezeki, dan menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Probolinggo berharap seluruh pegawai dan masyarakat semakin dekat kepada Allah serta peduli menjaga alam dan lingkungan. (Hmd)



