Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Agrowisata tidak hanya dapat menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan alam secara langsung. Hal tersebut disampaikan Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Pen. Zawa) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Abdur Rahman, saat memimpin Apel ASN di Halaman Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Abdur Rahman menyampaikan bahwa pada Jumat (2/10/2026), dirinya menghadiri peresmian agrowisata yang dikelola oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Kota Probolinggo.
Menurutnya, keberadaan agrowisata tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai objek wisata edukasi, khususnya bagi peserta didik jenjang RA/TK dan MI/SD.
“Tempat ini sangat layak dijadikan objek wisata edukasi bagi peserta didik RA/TK maupun MI/SD,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat kolam ikan serta lahan yang ditanami pohon pisang dan pepaya. Berbagai fasilitas sederhana tersebut, menurutnya, justru dapat menjadi media pembelajaran yang menarik karena memungkinkan anak-anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungan alam.
Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku atau ruang kelas, tetapi juga dapat mengamati, menyentuh, dan mengenali secara langsung berbagai bentuk kehidupan yang ada di sekitarnya.
“Anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan alam. Ini sangat cocok untuk kegiatan pembelajaran bertema alam,” jelasnya.
Abdur Rahman menilai, pemanfaatan agrowisata sebagai ruang edukasi juga sejalan dengan salah satu perhatian penting Kementerian Agama melalui program prioritas Ekoteologi. Pendidikan tentang lingkungan, menurutnya, perlu ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
“Pembelajaran berbasis alam dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan sejak usia dini,” tambahnya.
Selain menyampaikan potensi agrowisata sebagai ruang edukasi, Abdur Rahman juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Lumajang pada 25–26 September 2026.
Ia menyebut dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan keikutsertaan dan pelaksanaan kegiatan yang tidak hanya mengedepankan aspek olahraga dan seni, tetapi juga menjadi ruang pengembangan potensi serta prestasi santri madrasah diniyah.
“Penyelenggara Zawa telah memberikan support untuk pelaksanaan Porsadin yang dilaksanakan di Kabupaten Lumajang. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu sekalian atas dukungan yang telah diberikan,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Abdur Rahman mengajak seluruh jajaran untuk memaknai setiap dukungan, kerja sama, dan ikhtiar yang dilakukan dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari pengabdian.
“Mudah-mudahan segala apa yang telah kita laksanakan dan ikhtiarkan tercatat sebagai amal ibadah,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kerja pelayanan di lingkungan Kementerian Agama tidak berhenti pada pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga hadir melalui kepedulian terhadap pendidikan, lingkungan, pembinaan generasi muda, serta penguatan kolaborasi di tengah masyarakat.
(Rief/Humas)



