Sinergi KUA dan Dinkes PPKB, 16 Pasang Catin Ikuti Bimwin di KUA Mayangan
kua mayangan

Sinergi KUA dan Dinkes PPKB, 16 Pasang Catin Ikuti Bimwin di KUA Mayangan

24 September 2026256 kali dibaca

"Sinergi KUA dan Dinkes PPKB dalam Mewujudkan Catin Sehat dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrohmah."

KUA Mayangan - Di bawah langit pagi Kota Probolinggo yang lembut, sebuah ikhtiar mulia kembali dianyam. Bukan sekadar rapat dinas, melainkan sebuah janji untuk masa depan—menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.

KUA Mayangan bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo menggelar Bimbingan Perkawinan Mandiri Klasikal, sebuah pertemuan yang menyentuh relung paling dasar dari kehidupan kesehatan calon pengantin dan pasangan usia subur.

Bertempat di Aula KUA Mayangan, Jalan WR. Supratman No. 69, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, kegiatan ini menjadi ruang temu antara dua dunia yang kerap berjalan sendiri-sendiri: kesehatan dan agama. Hadir sebagai narasumber, Kepala KUA Mayangan, Kepala Dinkes PPKB, dan Penyuluh Agama KUA Mayangan, membawakan materi penuh makna: "Sinergi KUA dan Dinkes PPKB dalam Mewujudkan Catin Sehat dan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrohmah."

Kepala KUA Mayangan, Yusron Siswanto menegaskan bahwa bimbingan pra-nikah wajib dilakukan oleh pasangan calon pengantin, sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur tentang pencatatan pernikahan, di mana pada Pasal 5 disebutkan bahwa calon pengantin yang telah mendaftar nikah wajib mengikuti Bimwin. Kewajiban ini bukan tanpa alasan, pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan ilmu, bukan sekadar mengandalkan perasaan semata.

Senada dengan itu, Penyuluh Agama KUA Mayangan, Hamdan Amrullah, menyampaikan bahwa dalam bimbingan pra-nikah kepada calon pengantin, materi yang dibahas mencakup persiapan mental, persiapan agama, hak dan kewajiban suami istri, pendidikan anak, hingga cara mengelola konflik. Materi-materi ini menjadi bekal esensial bagi pasangan yang akan menempuh gerbang pernikahan.

Menjadi benang merah yang menghubungkan harapan, Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo menyampaikan bahwa pemahaman skrining layak hamil bukan hanya soal fisik, tetapi juga bekal spiritual bagi mereka yang akan menempuh gerbang pernikahan.

Acara yang berlangsung Kamis, 24 September 2026, pukul 08.30 hingga selesai itu dihadiri 16 pasang calon pengantin (catin). Turut hadir pula TP. PKK Kecamatan Mayangan, TP. PKK Kelurahan Sukabumi,  Mayangan, Jati, Manguharjo, dan Wiroborang, yang menambah semarak dan dukungan lintas sektor terhadap program mulia ini.

Di Aula KUA Mayangan itu, kesehatan dan agama berpelukan, merangkai doa dan data, demi generasi yang lebih kuat dan keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Dengan langkah kecil ini, Kota Probolinggo menorehkan harapan: bahwa cinta yang direstui Allah SWT adalah cinta yang dipersiapkan dengan ilmu, doa, dan pemeriksaan yang layak. (Hmd)

 

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait