Sah! Cinta Berlabuh di Balai Nikah, Delapan Pasang Pengantin Ikrar Janji Suci di KUA Mayangan
kua mayangan

Sah! Cinta Berlabuh di Balai Nikah, Delapan Pasang Pengantin Ikrar Janji Suci di KUA Mayangan

18 September 2026237 kali dibaca

Di hadapan penghulu, keluarga, dan para saksi, ijab kabul menjadi tanda berlabuhnya cinta dalam sebuah ikatan suci. Bukan sekadar mengucapkan “sah”, tetapi juga menerima amanah untuk saling menjaga, menghormati, menguatkan, dan bersama-sama menapaki kehidupan rumah tangga dalam suka maupun duka.

KUA Mayangan - Ada hari ketika langit seolah ikut tersenyum. Di Balai Nikah KUA Mayangan, Kota Probolinggo, delapan pasang kekasih mengakhiri penantian panjang mereka dalam sebuah momen sakral: nikah bersama atau massal yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Jumat (18/9/2026).

Bukan sekadar akad, hari itu adalah puncak dari ribuan doa yang dipanjatkan diam-diam, dari tatapan yang selama ini hanya bisa berbicara tanpa suara, dan dari sabar yang tak pernah lelah menunggu waktu terbaik. Delapan pasang pengantin duduk berdampingan, mengenakan busana terbaik mereka, dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan sekaligus haru.

Satu per satu ijab kabul diucapkan. Ada yang terbata karena gugup, ada yang mantap dengan suara lantang, dan ada pula yang menitikkan air mata begitu kata "sah" terdengar. Di sudut ruangan, keluarga dan kerabat menyaksikan dengan mata berkaca-kaca, sebab pernikahan bukan hanya tentang dua insan, melainkan tentang dua keluarga yang menyatu dalam doa.

Kepala KUA Mayangan, Yusron Siswanto menyampaikan bahwa nikah massal ini merupakan bentuk pelayanan sekaligus kepedulian kepada masyarakat yang ingin menikah secara resmi, sah, dan tanpa beban berlebih. "Kami ingin setiap pasangan merasakan indahnya menikah tanpa hambatan. Cinta mereka layak mendapatkan restu dan legalitas," ujarnya penuh hangat.

Suasana bertambah romantis ketika para pengantin saling menggenggam tangan usai prosesi. Beberapa di antaranya adalah pasangan yang telah menunggu bertahun-tahun, ada yang sempat terpisah jarak dan waktu, namun akhirnya dipertemukan kembali di pelaminan yang sama. Bagi mereka, hari ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari petualangan baru: membangun rumah tangga yang dipenuhi cinta, tawa, dan kesetiaan.

"Alhamdulillah, akhirnya kami resmi suami istri. Perjalanan kami tidak mudah, tapi hari ini semua terbayar," ujar salah satu pengantin wanita sambil tersenyum malu, menggenggam erat tangan suaminya.

Nikah massal di KUA Mayangan ini bukan hanya sekadar catatan administrasi, melainkan sebuah perayaan cinta yang sederhana namun mendalam. Delapan pasang pengantin, delapan cerita berbeda, namun satu tujuan yang sama: hidup bersama dalam ikatan yang diberkahi.

Di penghujung acara, doa dipanjatkan untuk setiap pasangan. Semoga cinta mereka tumbuh seperti pohon yang akarnya kuat, dahannya rindang, dan buahnya manis sepanjang usia. Sebab pada akhirnya, pernikahan adalah tentang dua hati yang memilih untuk berjalan bersama, dalam suka maupun duka, hingga maut memisahkan. (Hmd)

 

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait