Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo terus berkomitmen mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pondok pesantren yang dikenal dengan program One Pesantren One Product (OPOP) agar semakin produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke unit usaha kue PIA NURIS yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam, Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Kamis (9/7/2026).
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Abdur Rahman, hadir didampingi staf Bidang Sertifikasi Harta Wakaf, Ahmad Rio David, serta staf Bidang Manajemen Infak dan Zakat, Rahmad Baidowi. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ustadz Seniman selaku pengelola sekaligus penanggung jawab produksi PIA NURIS.
Kunjungan tersebut bertujuan melakukan koordinasi sekaligus evaluasi terhadap kelayakan pengembangan usaha guna meningkatkan kualitas maupun kapasitas produksi. Tim melakukan pemantauan terhadap peralatan produksi, proses pengolahan, serta ketersediaan bahan baku sebagai dasar dalam merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Abdur Rahman menjelaskan, evaluasi ini merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam memastikan bahwa penyaluran dana zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui pendampingan yang tepat, kami berharap apabila nantinya diberikan bantuan, manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh penerima, sehingga usaha terus berkembang, produksi meningkat, dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga maupun pondok pesantren," ujarnya.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi umat tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan atau sarana produksi. Keberhasilan program juga sangat ditentukan oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola usaha tersebut.
Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM pesantren di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
"Tim pengelola usaha PIA NURIS perlu dibekali kemampuan dalam pemasaran, pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital agar usaha yang dijalankan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih kuat," tambahnya.
Melalui kegiatan koordinasi dan evaluasi ini, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pemberdayaan zakat produktif sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi umat, serta pengembangan UMKM berbasis pondok pesantren yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.(arb)
Editor : Rief HumasKemenag



