Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Pemangkasan jalur birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi fokus arahan dalam Apel Pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Senin (28/9/2026).
Apel yang digelar di halaman Kantor Kemenag Kota Probolinggo tersebut dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Arifin Budianto, selaku pembina apel. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan efektivitas kinerja dan kualitas pelayanan, khususnya di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA).
Arifin mengatakan, pemangkasan jalur birokrasi yang berbelit perlu dilakukan untuk memberikan kemudahan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan kinerja aparatur.
“Pemangkasan birokrasi memudahkan pelayanan dan juga efisiensi waktu terhadap masyarakat. KUA menjadi wadah kita bersama untuk meningkatkan kinerja kita di tingkat KUA maupun di tingkat dinas,” ujar Arifin di hadapan peserta apel.
Selain pemangkasan birokrasi, Arifin menyampaikan bahwa sistem APIK MASKU (Aplikasi Internal Komunikatif Bimas KUA) akan mulai diterapkan pada Oktober 2026. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi dan komunikasi internal dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Bimas Islam dan KUA.
“Kami harapkan APIK MASKU sudah mulai bisa dilaksanakan pada bulan Oktober 2026,” tegasnya.
Arahan tersebut ditujukan kepada seluruh unsur yang bertugas di lingkungan KUA, mulai dari staf, penyuluh agama, penghulu, kepala KUA, hingga jajaran pada Seksi Bimas Islam.
Evaluasi Kegiatan Keagamaan
Dalam kesempatan yang sama, Arifin menyampaikan evaluasi sejumlah kegiatan keagamaan yang telah dilaksanakan selama September 2026. Salah satunya adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional (MTQN) yang berlangsung di Kota Semarang.
Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQN yang sebelumnya digelar setiap dua tahun telah berlangsung lancar dan sukses. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat diselenggarakan setiap tahun.
“Untuk peringkat, Jawa Timur saat ini berada di urutan keempat. Mudah-mudahan pada tahun depan kita dapat meraih peringkat pertama,” harapnya.
Sementara itu, MTQ ke-32 Tingkat Kota Probolinggo yang juga dilaksanakan pada September 2026 disebut berjalan lancar dan sukses. Di tengah keberhasilan tersebut, keluarga besar Kemenag Kota Probolinggo turut berduka atas wafatnya salah satu Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), KH Abdul Aziz RM.
Penguatan Pembinaan Remaja
Arifin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan pembinaan remaja usia sekolah di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang dilaksanakan di MAN 2 Kota Probolinggo.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengancam perkembangan generasi muda, seperti perundungan (bullying), pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, serta berbagai perilaku negatif lainnya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital yang semakin pesat perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan karakter generasi muda.
“Di tengah kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi digital yang semakin pesat, kecerdasan anak-anak kita memang terus meningkat. Namun demikian, mereka tetap perlu kita bentengi dengan kokohnya akidah, keimanan, serta akhlak yang mulia agar tetap teguh dan terjaga,” pungkasnya. (Rief/Humas)



