KUA Mayangan Pertahankan Kinerja Positif, Kemenag Dorong Inovasi dan Pelayanan Prima
bimas islam

KUA Mayangan Pertahankan Kinerja Positif, Kemenag Dorong Inovasi dan Pelayanan Prima

21 Oktober 202660 kali dibaca

“Terapkan komunikasi yang efektif, saling menghargai pendapat, terbuka terhadap masukan, dan berikan apresiasi atas kontribusi rekan kerja. Hindari gosip, fokus pada penyelesaian tugas, serta bangun budaya kerja yang positif," Didik Kurniawan

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Mayangan terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas kinerja dan mengembangkan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Capaian tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan supervisi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Layanan Administrasi Nikah dan Rujuk Triwulan III Tahun 2026 yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Selasa (21/10/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, didampingi Kasubbag Tata Usaha Ahmad Zaini, Kasi Bimas Islam Arifin Budianto, serta pelaksana Seksi Bimas Islam dan Pengawas Produk Halal.

Berdasarkan hasil supervisi dan evaluasi, KUA Mayangan dinilai mampu mempertahankan kinerja baik sebagaimana capaian tahun sebelumnya. Berbagai inovasi juga terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Didik Kurniawan menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsistensi pelaporan kinerja secara digital, khususnya bagi Penyuluh Agama Islam. Pelaporan tersebut dilakukan melalui aplikasi E-PA (Elektronik Penyuluh Agama Islam) yang terintegrasi dengan SIMPENAS (Sistem Informasi Penyuluh Agama Islam) Kementerian Agama, serta pelaporan kinerja harian melalui Si Cakep pada laman resmi Kemenag Kota Probolinggo.

Menurut Didik, pemanfaatan sistem digital harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam memperbarui data kinerja. Dengan demikian, proses penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) triwulanan maupun tahunan dapat dilakukan secara lebih efektif melalui ekspor data yang telah terdokumentasi.

“Pelaporan kinerja harus dilaksanakan secara konsisten dan tertib. Dengan pemanfaatan sistem digital, penyusunan SKP triwulanan maupun tahunan akan lebih mudah karena data kinerja telah terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek administrasi dan kinerja, Didik juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan kerja. Ia mengajak seluruh pegawai untuk mengendalikan ego pribadi, saling menghargai, serta mendukung satu sama lain agar tercipta suasana kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada pelayanan.

“Terapkan komunikasi yang efektif, saling menghargai pendapat, terbuka terhadap masukan, dan berikan apresiasi atas kontribusi rekan kerja. Hindari gosip, fokus pada penyelesaian tugas, serta bangun budaya kerja yang positif,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan kepegawaian merupakan bagian dari tanggung jawab pimpinan untuk mengingatkan sekaligus memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan dan tanggung jawabnya. Didik juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran KUA Mayangan serta berharap semangat kebersamaan terus dipelihara.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh pegawai KUA Mayangan. Mari terus menjaga hubungan kerja yang baik, saling mengingatkan, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Arifin Budianto mengingatkan agar capaian kinerja yang baik tidak membuat pegawai berpuas diri. Menurutnya, hasil positif yang telah diraih harus menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Jangan pernah puas dengan hasil yang sudah baik. Jadikan capaian tersebut sebagai batu loncatan untuk terus berkembang, meningkatkan kapasitas, dan menghasilkan inovasi. Jangan sampai kita terjebak dalam zona nyaman yang justru menghambat kemajuan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KUA Mayangan menyampaikan bahwa kantornya cukup sering menerima konsultasi keagamaan dari masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mayangan. Tingginya kebutuhan konsultasi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pegawai, terutama Penyuluh Agama Islam, untuk memberikan bimbingan dan pendampingan yang tepat.

Ia menambahkan bahwa Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan keagamaan, merawat kerukunan umat, menyebarluaskan pemahaman moderasi beragama, serta mengedukasi masyarakat mengenai zakat, wakaf, dan berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput.

Melalui kegiatan supervisi dan monev ini, Kemenag Kota Probolinggo berharap KUA Mayangan dapat terus mempertahankan kinerja positif, memperkuat budaya kerja yang harmonis, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta mengembangkan inovasi pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Evaluasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari capaian administrasi, tetapi juga dari komitmen, integritas, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait