MTQ sebagai Motor Penggerak Dakwah dan Misi Mulia Melahirkan Generasi Qur'ani.
kua mayangan

MTQ sebagai Motor Penggerak Dakwah dan Misi Mulia Melahirkan Generasi Qur'ani.

14 September 2026214 kali dibaca

MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi katalis perubahan sosial yang membawa nilai-nilai Al-Qur'an ke tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

KUA Mayangan - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi seni baca Al-Qur'an, melainkan ikhtiar mulia untuk membumikan kitab suci dan membangun masyarakat yang berakhlak mulia. Dalam materi yang berjudul "Dakwah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dalam Membangun Masyarakat Qur'ani", dipaparkan bahwa MTQ memiliki dua prospek utama. Pertama, dari sisi Akses, MTQ diharapkan mampu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif dalam keilmuan Al-Qur'an. Kedua, dari sisi Representasi, MTQ menjadi media dakwah Al-Qur'an yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas.

Empat Pilar Dakwah dalam MTQ

Kemenag menjabarkan empat pilar dakwah yang terkandung dalam penyelenggaraan MTQ:

  1. Tabligh: Menyampaikan nilai dakwah melalui tilawah dan suara indah. Ini mendorong masyarakat untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an, serta membangun model bacaan dan pendekatan keilmuan yang relevan.
  2. Taghyir: Mendorong terjadinya perubahan pemahaman, persepsi, dan perilaku masyarakat menuju nilai-nilai Al-Qur'an.
  3. Takwin al-Ummah: Membangun masyarakat Qur'ani melalui komunitas dan wadah pengajian Al-Qur'an, serta akses fasilitas yang memadai untuk aktivitas keagamaan.
  4. Al-Khairiyah al-Ummah: Mendorong pembangunan fisik (lembaga Al-Qur'an) dan non-fisik (religiusitas, moralitas, intelektualitas), serta menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui pusat perbelanjaan dan UMKM.

Khidmatnya Pembukaan MTQ Nasional XXXI

Semangat membangun masyarakat Qur'ani semakin terasa nyata dengan digelarnya MTQ Nasional XXXI. Pembukaan event bergengsi tersebut di Semarang berlangsung dengan khidmat, menjadi momen istimewa karena setelah 47 tahun, Provinsi Jawa Tengah kembali dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan akbar MTQ Nasional. Hal ini pula yang dirasakan oleh Kepala Kemenag, Kasubag, Kasi Bimais, Kepala KUA, dan penghulu se-Kota Probolinggo, bersama staf Bimais serta perwakilan penyuluh agama, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut sebagai wujud dukungan terhadap agenda keagamaan nasional terbesar itu. (Hmd)

 

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait