Usia Boleh Senja, Semangat Membumikan Al-Qur’an Tetap Menyala
umum

Usia Boleh Senja, Semangat Membumikan Al-Qur’an Tetap Menyala

27 Agustus 20264 kali dibaca

“Saya takjub melihat di depan saya adalah para lansia. Usia boleh tua, tetapi ruh dan semangat mereka dalam membumikan Al-Qur’an seperti anak muda,” Didik Kurniawan.

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Usia boleh bertambah, namun semangat untuk belajar dan menghidupkan Al-Qur’an tak pernah mengenal kata tua. Semangat itulah yang terpancar dari puluhan peserta Lomba Tartil Al-Qur’an Lansia yang digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan PANGESTOH (Penyuluh Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme), di Musholla Al-Amanah Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Rabu (27/8/2026).

Membuka kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, mengaku kagum melihat semangat para peserta yang tetap antusias mendalami dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di usia senja.

Aksi Peserta Tartil Qur'an Lansia
Aksi Peserta Tartil Qur'an Lansia

“Saya takjub melihat di depan saya adalah para lansia. Usia boleh tua, tetapi ruh dan semangat mereka dalam membumikan Al-Qur’an seperti anak muda,” ujar Didik.

Menurutnya, semangat para lansia tersebut menjadi teladan sekaligus inspirasi bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Ia bahkan mengaku bangga dan terharu melihat para peserta yang hingga kini terus menjaga kedekatannya dengan kitab suci.

“Saya iri sekaligus bangga. Sampai saat ini, bapak dan ibu sekalian masih tetap menghidupkan Al-Qur’an dalam diri, tidak hanya menjadikannya sebagai jimat atau pajangan di rumah,” imbuhnya.

Kepala kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menyerahkan Piagam Penghargaan kepada pemenag lomba tartil Qur'an Lansia, Kamis (27/8/2026). Foto: RiefHumas.
Kepala kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menyerahkan Piagam Penghargaan kepada pemenag lomba tartil Qur'an Lansia, Kamis (27/8/2026). Foto: RiefHumas.

Dalam sambutannya, Didik juga mengingatkan keutamaan membaca Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa setiap huruf yang dibaca bernilai kebaikan dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Kegiatan ini menjadi narasi nyata tentang kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” tuturnya penuh haru.

Lebih lanjut, Kepala Kantor berpesan agar kegiatan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun, lebih dari itu, lomba harus menjadi momentum tahsinul Qur’an atau upaya bersama untuk terus memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.

foto bersama, Kepala Kankemenag, Kasi Bimas, Penyelenggara Zawa, Juri, panitia dan para pemenang Lomba Tartil Qur'an Lansia, Kamis (27/8/2026). foto: RiefHumas
foto bersama, Kepala Kankemenag, Kasi Bimas, Penyelenggara Zawa, Juri, panitia dan para pemenang Lomba Tartil Qur'an Lansia, Kamis (27/8/2026). foto: RiefHumas

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, setidaknya sekali dalam setahun, sehingga semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk belajar, membaca, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Munaamul Azizid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, Lomba Tartil Al-Qur’an Lansia secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat berusia minimal 60 tahun sebagai bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membumikan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat. Kami sengaja mengkhususkannya bagi para lansia, sebagai bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan dekat dengan Al-Qur’an. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an,” terangnya.

Azizid menambahkan, seluruh peserta mendapatkan uang transport, makanan ringan, serta makan siang. Dewan juri akan menentukan sembilan peserta terbaik dan satu peserta favorit sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.

Lomba tersebut diikuti oleh 50 peserta lansia dari lima kecamatan se-Kota Probolinggo. Suasana Musholla Al-Amanah pun terasa hangat dan penuh kekhidmatan ketika para peserta secara bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan kemampuan terbaik mereka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag Tata Usaha, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Probolinggo.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada Al-Qur’an tidak mengenal usia. Ketika rambut mulai memutih dan langkah tak lagi secepat masa muda, semangat untuk terus belajar justru tetap menyala—membuktikan bahwa usia boleh senja, tetapi kecintaan untuk membumikan Al-Qur’an tak pernah pudar. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait