Kepala Kemenag Kota Probolinggo Hadiri Tasyakuran Kemerdekaan dan Teguhkan Kampung Moderasi Beragama di Mangunharjo
umum

Kepala Kemenag Kota Probolinggo Hadiri Tasyakuran Kemerdekaan dan Teguhkan Kampung Moderasi Beragama di Mangunharjo

19 Agustus 202635 kali dibaca

Didik Kurniawan menegaskan bahwa keberagaman adalah modal utama kekuatan bangsa, dan moderasi beragama penting untuk terus digalakkan, terutama di tengah masyarakat majemuk. Kemenag melayani semua agama dan mengajak warga negara merawat toleransi.

Kota Probolinggo (Kemenag) - Syukur dan kebersamaan menyatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkai dengan kegiatan Pemantapan Kampung Moderasi Beragama di RT 01 dan RT 02 RW 12, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Rabu (19/8).

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, bersama Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mayangan, Camat Mayangan, Lurah Mangunharjo, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo, serta sejumlah tokoh lintas agama dan masyarakat setempat.

Suasana semakin semarak dengan penampilan berbagai tarian budaya dari warga lintas agama, yang menjadi pembuka sebelum peresmian monumen Garuda Emas sebagai ikon Kampung Moderasi Beragama di kawasan tersebut.

Dalam sambutannya, Didik Kurniawan menegaskan bahwa Kemenag hadir untuk melayani seluruh umat beragama tanpa kecuali. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus merawat persaudaraan dan menjaga toleransi yang telah terbangun.

"Kemenag adalah milik semua agama. Tugas kita bersama adalah merawat kerukunan dan menjaga persaudaraan sesama bangsa. Indonesia kuat karena perbedaan kita adalah kekuatan, bukan kelemahan," ujar Didik di hadapan para hadirin.

Ia juga mengapresiasi inisiatif warga setempat yang menjadikan kawasan mereka sebagai Kampung Moderasi Beragama. Menurutnya, program ini penting untuk terus digalakkan, terutama di tengah dinamika masyarakat yang majemuk. Didik berharap kampung moderasi beragama di Mangunharjo itu dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kota Probolinggo.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng dan peresmian monumen Garuda Emas. Monumen tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Camat Mayangan dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Mangunharjo yang selama ini mampu menjaga kerukunan. Ia berharap semangat tersebut terus terpelihara dan menginspirasi wilayah-wilayah lain di Kota Probolinggo.

Tasyakuran ditutup dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan FKUB Kota Probolinggo, Dawam Ikhsan. Warga dari berbagai latar belakang keyakinan tampak duduk berdampingan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari moderasi beragama. (Hmd)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait