Ukhuwah Islamiyah Rahmat Pemersatu Umat
kua mayangan

Ukhuwah Islamiyah Rahmat Pemersatu Umat

12 Juni 202621 kali dibaca

Ukhuwah Islamiyah bukanlah sekadar slogan keagamaan, melainkan sebuah keniscayaan bagi terciptanya tatanan sosial yang kuat, setara, dan berkeadilan. Rahmat Allah yang menyatukan hati ini perlu terus dirawat, diamalkan, dan disebarluaskan agar umat Islam mampu menjadi khairu ummah (umat terbaik) yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

KUA Mayangan - Dalam ajaran Islam, ukhuwah Islamiyah bukan sekadar istilah persaudaraan, melainkan rahmat Allah yang memiliki kekuatan nyata untuk menyatukan hati kaum Muslimin. Nilai-nilai luhur ini menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bebas dari kesenjangan.

Kunjungi: https://mayangan.kemenagkotaprobolinggo.id/#berita

Berdasarkan kajian yang dipublikasikan dalam Da'wah in Form of Ukhuwah Islamiyah (Atlantis Press, 2020) oleh Suriati dan tim, ukhuwah Islamiyah berperan strategis dalam tiga ranah utama: memperkuat persatuan umat, menegakkan nilai kesetaraan, serta menghapus kesenjangan sosial.

Memperkuat Persatuan Umat.

Ukhuwah Islamiyah menumbuhkan rasa damai, saling percaya, dan solidaritas yang kokoh di antara sesama Muslim. Persaudaraan ini menjadi perekat yang mampu menahan berbagai potensi perpecahan, baik yang disebabkan oleh perbedaan pendapat, kepentingan politik, maupun konflik horizontal. Dengan semangat ukhuwah, umat Islam diajak untuk mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Menegakkan Nilai Kesetaraan.

Islam mengajarkan bahwa seluruh manusia, tanpa terkecuali, adalah hamba Allah yang berasal dari satu nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Adam. Perbedaan suku, bahasa, warna kulit, maupun status sosial tidaklah menjadi tolok ukur kemuliaan seseorang. Kemuliaan sejati hanya ditentukan oleh ketakwaannya kepada Allah. Nilai kesetaraan ini menjadi dasar bagi terciptanya perlakuan yang adil dan penghormatan antarsesama manusia.

Menghapus Kesenjangan Sosial.

Lebih dari sekadar wacana, ukhuwah Islamiyah mendorong sikap nyata berupa saling membantu, bekerja sama, dan peduli terhadap sesama. Semangat persaudaraan ini berfungsi sebagai alat ampuh untuk menghilangkan berbagai penyakit sosial seperti egoisme, kesombongan, serta fanatisme kelompok yang sempit. Dengan mengaktualisasikan ukhuwah, kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin, antara yang kuat dan yang lemah, dapat dihapus secara bertahap melalui gerakan kebersamaan dan keadilan sosial.

Kesimpulan

Ukhuwah Islamiyah bukanlah sekadar slogan keagamaan, melainkan sebuah keniscayaan bagi terciptanya tatanan sosial yang kuat, setara, dan berkeadilan. Rahmat Allah yang menyatukan hati ini perlu terus dirawat, diamalkan, dan disebarluaskan agar umat Islam mampu menjadi khairu ummah (umat terbaik) yang membawa rahmat bagi seluruh alam. (Hmd)

https://www.facebook.com/share/p/182hDiChrn/
https://www.facebook.com/share/p/182hDiChrn/

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait