Keluarga Maslahah (Bagian I): Apa Ciri-Ciri Keluarga Maslahah?
kua mayangan

Keluarga Maslahah (Bagian I): Apa Ciri-Ciri Keluarga Maslahah?

9 September 202659 kali dibaca

Keluarga maslahah diposisikan sebagai ekosistem kehidupan, tempat bertumbuh, saling membawa kebaikan, dan menghadirkan manfaat yang terasa tidak hanya bagi anggota di dalamnya, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Pertanyaan kemudian muncul: apa yang membedakan keluarga maslahah dari keluarga pada umumnya? Dan bagaimana ciri-cirinya dapat diukur secara konkret?

KUA Mayangan - Keluarga maslahah adalah keluarga yang sadar akan peran strategisnya. Ia bukan hanya tempat bernaung, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai, membentuk karakter, dan menebarkan manfaat. Ciri-cirinya, pasangan yang saleh, anak-anak yang baik, pergaulan yang sehat, dan rezeki yang cukup, merupakan indikator yang dapat diupayakan secara sistematis dan terus-menerus.

Keluarga maslahah adalah konsep rumah tangga yang tidak sekadar menjadi tempat tinggal bersama, melainkan ruang bertumbuh dan saling membawa kebaikan bagi anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

Ciri-Ciri Keluarga Maslahah

Setidaknya ada empat indikator utama yang menandai sebuah keluarga dapat dikategorikan sebagai keluarga maslahah:

1.       Suami Istri yang Saleh

Pasangan suami-istri yang senantiasa berupaya membawa manfaat dan kebaikan bagi diri, keluarga, serta lingkungan sekitarnya.

2.       Anak-anak yang Baik (Abrār)

Anak-anak tumbuh sebagai pribadi berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, produktif, kreatif, serta mandiri.

3.       Pergaulan yang Baik

Mampu menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat tanpa meninggalkan prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang dipegang teguh.

4.       Kecukupan Rezeki

Mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara layak, mulai dari sandang, pangan, papan, pendidikan, hingga kebutuhan ibadah.

Relevansi di Era Modern

Di tengah tekanan ekonomi dan degradasi nilai sosial, konsep keluarga maslahah menjadi fondasi penting bagi ketahanan keluarga. Keluarga tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga agen perubahan yang menebarkan manfaat bagi masyarakat. Keluarga maslahah bukan tentang kesempurnaan, melainkan komitmen bersama untuk terus menjadi lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berkah. (Hmd)

 

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait