KUA Mayangan - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Kementerian Agama (Kemenag) mengusung tema besar “Menebar Maslahat, Menguatkan Ummat.” Tema ini menjadi pengingat bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan secara fisik, tetapi juga transformasi spiritual dan sosial yang membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Kemenag mengajak seluruh umat Islam di tanah air untuk mengisi bulan suci Muharram dengan berbagai ibadah penuh keberkahan yang berdampak langsung pada penguatan spiritual sekaligus solidaritas sosial.
12 Amalan Penebar Maslahat di Bulan Muharram
Sebagai bentuk implementasi hijrah menuju pribadi yang lebih baik, Kemenag merekomendasikan 12 amalan utama yang dapat dilakukan oleh setiap muslim selama bulan Muharram. Keduabelas amalan ini dirangkum dari berbagai sumber kitab klasik dan tradisi ulama salaf, serta mudah diamalkan dalam keseharian.
Berikut adalah 12 amalan penebar maslahat tersebut:
- Melakukan shalat tasbih – Memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa.
- Berpuasa – Utamanya puasa Asyura (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram) yang memiliki keutamaan besar.
- Menyambung silaturahim – Menguatkan ikatan kekeluargaan dan persaudaraan antarsesama muslim.
- Bersedekah – Menebar manfaat kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
- Mandi – Mensucikan diri lahir dan batin sebagai awal lembaran hidup yang baru.
- Memakai celak mata – Secara simbolis menjaga penglihatan dari hal-hal yang dilarang Allah.
- Berziarah kepada ulama (baik yang masih hidup maupun yang telah wafat) – Mengambil berkah dan meneladani perjuangan mereka dalam menegakkan kebenaran.
- Menjenguk orang sakit – Wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
- Menambah nafkah keluarga – Meningkatkan kesejahteraan rumah tangga sebagai bentuk jihad ekonomi.
- Memotong kuku – Menjaga kebersihan dan kesucian diri sebagai cerminan muslim yang bersih.
- Mengusap kepala anak yatim – Menebar kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
- Membaca Surat al-Ikhlas 1.000 kali – Menguatkan tauhid dan mendekatkan diri kepada Allah dengan mengesakan-Nya.
Hijrah sebagai Gerakan Bersama
Kemenag menegaskan bahwa semangat hijrah di bulan Muharram bukan hanya milik perorangan, melainkan gerakan bersama untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Dengan mengamalkan hal-hal sederhana seperti menyambung silaturahim, menjenguk orang sakit, hingga menambah nafkah keluarga, umat Islam telah berkontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang lebih berkeadaban, peduli, dan religius.
Ajakan ini diharapkan dapat menyemarakkan bulan Muharram 1448 H sebagai momentum kebangkitan spiritual sekaligus sosial. Karena setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, akan kembali kepada kemaslahatan umat itu sendiri. (Hmd)
Kunjungi: https://mayangan.kemenagkotaprobolinggo.id/#berita



