Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo melalui Bimas Islam dan Penyelenggara Zakat Wakaf menggelar kegiatan Semarak Ramadan 1447 H/2026 M dengan rangkaian pembagian zakat fitrah, penyaluran mushaf Al-Qur’an wakaf, peringatan Nuzulul Qur’an, serta buka puasa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Musholla Al-Amanah Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diterima.
“Kita berbagi bersama dengan menyalurkan sebagian rezeki yang kita miliki. Kegiatan ini juga menjadi agenda rutin Penyelenggara Zakat Wakaf yang dilaksanakan dua kali dalam setahun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kemenag Kota Probolinggo,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyaluran wakaf mushaf Al-Qur’an dari para ASN kepada 15 masjid dan musholla di Kota Probolinggo. Selain itu, Kemenag Kota Probolinggo juga memberikan penghargaan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Probolinggo, yakni KUA Kedopok, KUA Kanigaran, KUA Wonoasih, KUA Kademangan, dan KUA Mayangan, serta kepada Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Probolinggo atas inovasi layanan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Didik, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada satuan kerja di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Kemenag Kota Probolinggo juga memberikan Reward Agen Perubahan kepada guru MTsN, Malik Marzuki, yang berhasil mengembangkan aplikasi terpadu bernama “Aplikasi SIAP Maju.” Aplikasi ini mencakup berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari proses belajar mengajar hingga pengawasan terhadap siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan.
“Saya berharap inovasi yang telah dikembangkan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ini menjadi bukti bahwa kita mampu berinovasi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, dalam tausiyah peringatan Nuzulul Qur’an, Penyuluh Agama Islam Gus Duhron menjelaskan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an dari Baitul Izzah ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar secara sekaligus sebanyak 30 juz.
“Selanjutnya Al-Qur’an disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur. Bahkan ada ayat yang diturunkan hanya setengah ayat saja,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal tersebut berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya seperti Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, Taurat kepada Nabi Musa AS, dan Injil kepada Nabi Isa AS yang diturunkan secara sekaligus.
Lebih lanjut, Gus Duhron menjelaskan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara bertahap adalah agar lebih mudah dihafal oleh umat Islam serta tidak mudah dilupakan. Ia mengibaratkan penghafal Al-Qur’an seperti unta yang diikat dengan tali.
Rasulullah SAW bersabda, “Permisalan orang yang menghafal Al-Qur’an adalah seperti unta yang diikat dengan tali. Jika dijaga, maka tidak akan lari. Jika dibiarkan tanpa diikat, maka akan lepas.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur juga bertujuan untuk menjawab berbagai persoalan serta pertanyaan yang dihadapi umat pada masa Rasulullah SAW.
Kegiatan Semarak Ramadan tersebut ditutup dengan doa khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Ahmad Zaini, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Acara ini diikuti oleh ASN Kantor Kemenag Kota Probolinggo, para kepala satuan kerja beserta kepala tata usaha, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Probolinggo, takmir masjid dan musholla, serta para mustahik penerima zakat. (Rief).


