Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Pantang: Kemenag Kota Probolinggo Teguhkan Komitmen ZI
umum

Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Pantang: Kemenag Kota Probolinggo Teguhkan Komitmen ZI

17 September 202696 kali dibaca

Melalui pembinaan Bikarsital ini, semangat “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Pantang” kembali diteguhkan. Sekali komitmen pembangunan Zona Integritas dicanangkan, seluruh jajaran Kemenag Kota Probolinggo diajak untuk terus bergerak, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Pantang.” Ungkapan tersebut menjadi tema dalam pembinaan Bikarsital ASN Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan. Ungkapan tersebut mengandung makna bahwa ketika sebuah perjuangan telah dimulai dan tujuan telah ditetapkan, maka tidak ada alasan untuk mundur.

Kegiatan pembinaan dihadiri seluruh jajaran pimpinan, pejabat struktural, Pejabat Fungsional Tertentu (JFT), serta pelaksana pada Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo.

Bagi Didik Kurniawan, semangat pantang mundur tersebut memiliki keterkaitan erat dengan komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) yang tengah dibangun bersama di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo. Komitmen tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, budaya kerja, tata kelola, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pembinaannya, Didik menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi atau evidence. Lebih dari itu, ZI merupakan komitmen moral yang harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan.

“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya tentang melengkapi evidence. Yang paling penting adalah bagaimana komitmen itu benar-benar hadir dalam perilaku, budaya kerja, tata kelola, dan pelayanan kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk bergerak secara serentak, konsisten, dan fokus pada enam area perubahan yang menjadi pilar utama pembangunan Zona Integritas.

Pertama, Manajemen Perubahan (Area I) yang berfokus pada transformasi pola pikir (mindset) dan budaya kerja (cultureset) pegawai, dengan pimpinan menjadi teladan (role model) dalam proses perubahan.

Kedua, Penataan Tata Laksana (Area II) yang diarahkan pada peningkatan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, serta prosedur kerja agar semakin jelas, terukur, dan mampu mendukung pelayanan yang berkualitas.

Ketiga, Penataan Sistem Manajemen SDM (Area III) yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kedisiplinan sumber daya manusia.

Keempat, Penguatan Akuntabilitas Kinerja (Area IV) yang diarahkan pada peningkatan kapasitas, pertanggungjawaban, dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Kelima, Penguatan Pengawasan (Area V) melalui upaya menutup celah terjadinya korupsi, antara lain melalui pengendalian gratifikasi, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta penguatan saluran pengaduan masyarakat melalui Whistleblowing System.

Keenam, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Area VI) dengan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, aman, mudah diakses, inovatif, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Enam area perubahan ini harus kita pahami bukan hanya sebagai bagian dari penilaian, tetapi sebagai arah perubahan nyata dalam cara kita bekerja dan memberikan pelayanan,” lanjut Didik.

Kepercayaan Masyarakat Terus Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor juga memaparkan perkembangan hasil survei persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan dan antikorupsi.

Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai nilai 3,90, kemudian meningkat menjadi 4,00 pada Triwulan II Tahun 2026. Sementara itu, Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) pada Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026 sama-sama mencapai nilai 4,00.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas layanan. Jumlah responden pada survei Triwulan III juga mengalami peningkatan sebesar 300 persen setelah dilakukan evaluasi dan perubahan sistem layanan pada kanal Survei Kepuasan Masyarakat “SOLUSI” melalui website Kemenag Kota Probolinggo.

Menurut Didik, data survei tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat.

Apresiasi untuk Kinerja dan Kontribusi

Rangkaian pembinaan Bikarsital juga diwarnai dengan pemberian berbagai penghargaan (reward) atas capaian dan kontribusi jajaran Kementerian Agama Kota Probolinggo selama Semester I Tahun 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor kepada sejumlah unit dan satuan kerja yang menunjukkan capaian positif. Untuk Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik, penghargaan diraih oleh Subbagian Tata Usaha.

Sementara Capaian Kinerja Anggaran Terbaik diraih oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam). Sedangkan pada tingkat satuan kerja madrasah negeri, penghargaan Satker Madrasah Negeri dengan Kinerja Anggaran Terbaik diberikan kepada MTsN Kota Probolinggo.

Apresiasi juga diberikan kepada KUA Mayangan sebagai Top Kontributor Berita atas keaktifannya dalam mendukung publikasi dan penyebarluasan informasi publik. Dan penghargaan Top Kontributor Siswa Berprestasi diberikan kepada MAN 1 Kota Probolinggo atas kontribusinya dalam mengangkat dan mempublikasikan capaian prestasi siswa.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penguatan budaya kerja positif. Prestasi tidak hanya dilihat sebagai capaian individu atau unit kerja, tetapi sebagai energi bersama untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

Melalui pembinaan Bikarsital ini, semangat “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Pantang” kembali diteguhkan. Sekali komitmen pembangunan Zona Integritas dicanangkan, seluruh jajaran Kemenag Kota Probolinggo diajak untuk terus bergerak, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pantang surut, terus melaju. Karena perubahan bukan sekadar tujuan, tetapi perjalanan yang harus dijalani bersama. (Rief/Humas).

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait