Ikhtiar Spiritual di Tengah Kekeringan, ASN Kemenag Kota Probolinggo Gelar Shalat Istisqa’
umum

Ikhtiar Spiritual di Tengah Kekeringan, ASN Kemenag Kota Probolinggo Gelar Shalat Istisqa’

26 Oktober 202635 kali dibaca

Shalat Istisqa’ bukan sekadar ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, melainkan juga momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Memohon turunnya hujan sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo melaksanakan Shalat Istisqa’ di halaman belakang kantor setempat, Senin (26/10/2026).

Dengan menggelar sajadah dan menundukkan hati dalam suasana khusyuk, para ASN mengikuti ibadah yang menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat Allah SWT berupa hujan yang membawa manfaat, keberkahan, dan kebaikan bagi seluruh masyarakat.

Shalat Istisqa’ dipimpin oleh H. Badrul Munir, Penyuluh Agama Islam KUA Kedopok, yang bertindak sebagai imam. Sementara itu, khutbah disampaikan oleh Ust. Duhron, Penyuluh Agama Islam KUA Mayangan.

Dalam khutbahnya, Ust. Duhron mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi segala larangan-Nya, serta memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bentuk kesadaran diri atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Ia menegaskan bahwa Shalat Istisqa’ bukan sekadar ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, melainkan juga momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Sesungguhnya ketakwaan adalah jalan datangnya pertolongan dan rahmat Allah. Karena itu, ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya, mari memperbanyak istighfar, bertaubat, dan kembali kepada Allah SWT,” pesan Ust. Duhron dalam khutbahnya.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Nuh ayat 10–11 yang menjelaskan bahwa memohon ampun kepada Allah merupakan salah satu jalan untuk memperoleh rahmat-Nya, termasuk turunnya hujan.

Menurutnya, kondisi kekeringan hendaknya menjadi pengingat bagi manusia agar tidak menganggap air sebagai nikmat yang selalu tersedia tanpa batas. Ketika hujan turun, manusia kerap lupa bersyukur. Namun, saat hujan tak kunjung datang, barulah terasa betapa berharganya air bagi keberlangsungan kehidupan.

Ust. Duhron juga mengajak jamaah untuk mengevaluasi hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, mulai dari menjaga kualitas shalat, menunaikan zakat dan sedekah, memenuhi hak orang lain, memperbaiki hubungan keluarga, hingga menjauhi perbuatan yang merugikan sesama.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

“Jangan sampai kita hanya meminta perubahan keadaan, tetapi tidak berusaha memperbaiki diri dan perbuatan kita. Mari menjaga lingkungan, tidak merusak alam, serta membiasakan diri untuk bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Selain memohon hujan kepada Allah SWT, masyarakat perlu bijak menggunakan air, menjaga sumber mata air, menghindari pencemaran, serta melakukan berbagai upaya untuk menjaga lingkungan.

Dalam penutup khutbahnya, Ust. Duhron mengajak seluruh jamaah untuk tetap optimistis dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Ia berharap agar setiap doa yang dipanjatkan menjadi jalan turunnya pertolongan dan keberkahan bagi masyarakat.

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ ini menjadi pengingat bahwa menghadapi kondisi kekeringan tidak hanya membutuhkan upaya lahiriah, tetapi juga penguatan spiritual, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesadaran untuk memperbaiki diri.

Melalui ikhtiar bersama ini, keluarga besar Kemenag Kota Probolinggo berharap Allah SWT berkenan menurunkan hujan yang bermanfaat, mencukupi kebutuhan air masyarakat, menyuburkan bumi, serta membawa keselamatan dan keberkahan bagi seluruh makhluk.

Di tengah penantian akan turunnya hujan, doa dan ikhtiar terus dipanjatkan serta diupayakan, dengan keyakinan bahwa rahmat Allah SWT senantiasa terbuka bagi hamba-Nya yang berharap dan berserah diri. (Rief/Humas).

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait