Satukan Persepsi, Kemenag Kota Probolinggo Matangkan Strategi Pengembangan Inovasi Layanan
umum

Satukan Persepsi, Kemenag Kota Probolinggo Matangkan Strategi Pengembangan Inovasi Layanan

2 Juni 202637 kali dibaca

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi berbagai inovasi yang telah berjalan, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan inovasi layanan ke depan. Di antaranya penguatan Program Kampung Zakat, layanan PANGESTOH (Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme), serta optimalisasi layanan digital melalui aplikasi SOLUSI, SICAKEP, Dompet ASN, dan SIAP MAJU

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penguatan Inovasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, Selasa (2/6/2026), di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Jalan Mastrip No. 323.

Kegiatan yang diikuti Tim Agen Perubahan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian inovasi yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah pengembangan inovasi layanan yang lebih efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Didik Kurniawan menegaskan bahwa inovasi merupakan elemen penting dalam transformasi birokrasi. Menurutnya, setiap satuan kerja dituntut mampu menghadirkan terobosan yang tidak hanya mempermudah proses pelayanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik, kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola yang biasa-biasa saja. Inovasi harus menjadi budaya kerja yang tumbuh dari kebutuhan nyata dan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan,” tegas Didik.

Ia menambahkan bahwa Agen Perubahan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi organisasi. Keberadaan mereka diharapkan mampu menjadi katalisator lahirnya ide-ide kreatif sekaligus memastikan inovasi yang dikembangkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, sejumlah inovasi unggulan yang telah berjalan menjadi bahan evaluasi dan penguatan. Salah satunya adalah Program Kampung Zakat yang selama ini terbukti mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kawasan. Program tersebut dinilai perlu diperluas ke wilayah lain agar manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, dibahas pula penguatan layanan PANGESTOH (Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme), sebuah inovasi yang digagas oleh para Penyuluh Agama Islam Kota Probolinggo untuk membangun masyarakat yang religius, moderat, dan harmonis melalui pembinaan berbasis pondok pesantren, masjid, mushalla, dan komunitas keagamaan.

Pada aspek digitalisasi layanan, Kemenag Kota Probolinggo terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi inovatif. Di antaranya SOLUSI sebuah layanan Kantor Kemenag Kota Probolinggo, yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Sistem Informasi Capaian Kinerja Pegawai (SICAKEP) yang mendukung monitoring dan evaluasi kinerja ASN secara terukur, aplikasi Dompet ASN yang memudahkan pegawai dalam mengakses informasi penghasilan dan administrasi kepegawaian, serta SIAP MAJU (Sistem Informasi Administrasi dan Pembelajaran Madrasah) yang mendukung tata kelola administrasi dan proses pembelajaran di madrasah secara lebih efektif dan terintegrasi.

Rapat koordinasi juga membahas berbagai peluang pengembangan inovasi baru, penguatan layanan berbasis digital, penyederhanaan prosedur pelayanan, peningkatan akses informasi publik, serta strategi membangun budaya kerja yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Didik berharap melalui koordinasi yang intensif dan kolaboratif, seluruh Agen Perubahan dapat menjadi penggerak lahirnya inovasi-inovasi unggulan yang tidak hanya memenuhi indikator kinerja organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Tujuan utama inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi menghadirkan perubahan yang memudahkan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kepercayaan publik kepada Kementerian Agama,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Kementerian Agama Kota Probolinggo kembali meneguhkan komitmennya untuk membangun budaya inovasi yang berkelanjutan sebagai fondasi terwujudnya birokrasi yang profesional, responsif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.(Rief/Humas)

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait