Santri Mengaji Part II, IPARI Kota Probolinggo Kembali Gelar Gerakan 3G–Triji
bimas islam

Santri Mengaji Part II, IPARI Kota Probolinggo Kembali Gelar Gerakan 3G–Triji

22 Oktober 20253 kali dibaca

Bertempat di Pondok Pesantren An-Nur, Kecamatan Wonoasih, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Probolinggo kembali menggelar kegiatan Santri Mengaji (3G–Triji) Part II

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Bertempat di Pondok Pesantren An-Nur, Kecamatan Wonoasih, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Probolinggo kembali menggelar kegiatan Santri Mengaji (3G–Triji) Part II, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Tahun 2025 serta menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, setelah sebelumnya dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Islam Triwung Lor pada Senin (20/10/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Subbagian Tata Usaha, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Arifin Budioanto, serta para Kepala KUA se-Kota Probolinggo. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, KH. Mahfud Sahal dan Ust. Badrul Munir.

Kegiatan ini dikemas dalam wadah Gerakan PANGESTOH (Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme) sebagai wujud nyata kontribusi para penyuluh agama dalam membangun masyarakat religius yang moderat, damai, dan berkeadaban.

Program Santri Mengaji (3G–Triji) menjadi ruang ekspresi bagi para santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Probolinggo untuk menyalakan semangat keilmuan, kebangsaan, dan keagamaan. Melalui kajian kitab dan diskusi tematik, para santri diajak menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, toleransi, serta karakter keagamaan yang moderat dan berimbang.

Mewakili Ketua IPARI Kota Probolinggo, Munaamul Azizid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar IPARI dalam membumikan semangat mengaji.

“Nagi dalam bahasa Jawa berarti mengkaji — bukan sekadar membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kata Aji memiliki filosofi tentang upaya mencari kemuliaan dan kedekatan dengan Ilahi melalui pemahaman kitab suci maupun melalui introspeksi diri.

“Mengaji bukan hanya tentang membaca teks, tetapi mengenali diri untuk semakin dekat dengan Allah SWT,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan. Ia berharap, melalui kegiatan ini para penyuluh dan santri dapat memperkuat sinergi dalam mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis dan moderat.

“Selain menjadi wahana pembinaan umat, kegiatan ini juga menjadi momentum reflektif untuk memperkuat kolaborasi antara penyuluh, santri, dan masyarakat, serta menambah pengalaman lapangan bagi para penyuluh agama,” ujarnya.

Kegiatan Santri Mengaji Part II ini diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan cendera mata kepada Pengasuh Pondo Pesantren An Nur, sebagai simbol keberlanjutan gerakan mengaji yang berakar pada nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan kemanusiaan. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait