Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Monitoring Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kota Probolinggo di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kota Probolinggo Samsul Arif, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo Ahmad Zaini, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Probolinggo KH. Abdul Aziz RM, serta seluruh Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) TPQ se-Kota Probolinggo.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan monitoring TPQ agar proses pembinaan dan penyaluran program, khususnya insentif guru TPQ, dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kota Probolinggo, Samsul Arif, menyampaikan apresiasi kepada para guru TPQ yang selama ini tetap istiqamah mengabdikan diri dalam mendidik generasi muda melalui pembelajaran Al-Qur'an. Menurutnya, peran guru TPQ sangat strategis dalam membentuk karakter dan akhlak masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bagian Kesra akan terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru TPQ dengan mengusulkan kenaikan insentif, meskipun keputusan akhir berada pada kewenangan pihak yang berwenang.
"Kami akan terus mengusulkan dan memperjuangkan agar insentif guru TPQ dapat ditingkatkan. Saat ini memang terjadi pengurangan, namun kami bukan pemegang keputusan. Aspirasi para guru TPQ akan terus kami perjuangkan," ujar Samsul Arif.
Ia juga berharap dedikasi para guru TPQ tidak pernah surut dalam membimbing anak-anak mencintai dan mengamalkan Al-Qur'an.
"Saya berharap para guru TPQ tidak pernah lelah berjuang mengajarkan Al-Qur'an serta membentuk jiwa-jiwa Qur'ani bagi masyarakat, khususnya generasi muda Kota Probolinggo," tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Ahmad Zaini, memaparkan data lembaga TPQ yang telah memiliki Izin Operasional (IJOP) di Kota Probolinggo. Hingga saat ini tercatat sebanyak 362 TPQ telah memiliki IJOP. Dari jumlah tersebut, 307 lembaga mengajukan insentif guru melalui LPTQ Kota Probolinggo dengan total 1.350 guru TPQ yang diusulkan sebagai penerima.
Ahmad Zaini berharap Tim Monitoring dan Evaluasi dapat melaksanakan tugas secara profesional, objektif, serta mengedepankan ketepatan waktu sehingga proses verifikasi data dapat berjalan optimal.
"Kami berharap Tim Monev dapat bergerak lebih cepat, tepat, dan cermat dalam melaksanakan monitoring di setiap lembaga TPQ. Hasil monitoring yang akurat akan menjadi dasar dalam mewujudkan penyaluran insentif yang tepat sasaran," tegasnya.
Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kota Probolinggo, Kantor Kementerian Agama, LPTQ, dan Tim Monev dalam meningkatkan kualitas tata kelola TPQ serta memperkuat layanan pendidikan Al-Qur'an di Kota Probolinggo. Dengan demikian, keberadaan TPQ diharapkan semakin mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter. (Rief/Humas).



