Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar Sosialisasi Aplikasi Pusat Data Pesantren (Pusdatren) sebagai langkah percepatan digitalisasi tata kelola pondok pesantren di Kota Probolinggo. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, Kepala Subbagian Tata Usaha yang juga menjabat sebagai Plt. Kasi PD Pontren Ahmad Zaini, para Kepala Seksi, serta para pengasuh dan pengurus pondok pesantren se-Kota Probolinggo.
Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Taruna Probolinggo dengan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo. Hadir sebagai narasumber Jamal, dosen AMIK Taruna sekaligus Programmer PT Poter Nusantara, serta Kamil Malik, dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) sekaligus Owner PT Poter Nusantara. Keduanya merupakan alumni pesantren yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan digitalisasi lembaga pesantren.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Oleh karena itu, lembaga pendidikan keagamaan perlu memanfaatkannya secara positif untuk meningkatkan kualitas layanan.
"Kita tidak mungkin membendung arus teknologi informasi yang terus berkembang. Yang harus kita lakukan adalah memanfaatkannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik melalui digitalisasi," ujarnya.
Didik menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kota Probolinggo saat ini terus melakukan transformasi layanan dari sistem manual menuju layanan digital melalui pengembangan Super Website Kemenag Kota Probolinggo, sehingga pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, efektif, transparan, dan terintegrasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Kemenag Kota Probolinggo akan menjalin kerja sama resmi (MoU) dengan AMIK Taruna Probolinggo sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pengembangan teknologi informasi bagi satuan kerja dan lembaga di bawah naungan Kementerian Agama.
"Harapan kami, kolaborasi ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi lembaga-lembaga di bawah naungan Kementerian Agama maupun masyarakat secara luas," tambahnya.
Sementara itu, narasumber Jamal menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan administrasi pesantren.
Menurutnya, Aplikasi Pusdatren dikembangkan sebagai sistem pengelolaan data santri yang terintegrasi dan mampu menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi pondok pesantren.
Beberapa permasalahan tersebut antara lain data yang masih tersebar di berbagai media penyimpanan, penumpukan dokumen fisik yang rentan rusak atau hilang, pergantian operator yang sering mengakibatkan hilangnya data penting, sulitnya penelusuran data alumni, hingga terbatasnya akses orang tua terhadap informasi perkembangan putra-putrinya di pesantren.
"Melalui aplikasi ini, pengelolaan data santri menjadi lebih efisien, akurat, dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat. Orang tua atau wali santri juga dapat memantau perkembangan putra-putrinya, termasuk informasi administrasi dan keuangan secara lebih transparan," jelas Jamal.
Ia menambahkan, aplikasi yang merupakan hasil kolaborasi AMIK Taruna dan PT Poter Nusantara tersebut akan diberikan secara gratis kepada pondok pesantren dalam bentuk hibah. Tidak hanya aplikasi, pesantren juga akan memperoleh pendampingan mulai dari proses instalasi, pelatihan, hingga bimbingan teknis. Bahkan, AMIK Taruna siap menerjunkan mahasiswa untuk membantu implementasi aplikasi di masing-masing pesantren.
Pada kesempatan yang sama, Kamil Malik menjelaskan bahwa meskipun diberikan tanpa biaya, Aplikasi Pusdatren telah dirancang dengan standar keamanan yang tinggi. Sistem dilengkapi mekanisme autentikasi berlapis, enkripsi data, serta telah melalui proses security testing, sehingga aman digunakan dan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna.
Menurutnya, pengembangan aplikasi ini lahir dari hasil pengamatan terhadap berbagai sistem informasi yang digunakan sejumlah pesantren besar di Indonesia. Selanjutnya, sistem tersebut disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan administrasi pesantren yang lebih sederhana, efisien, transparan, dan mudah dioperasikan.
"Ke depan kami akan melanjutkan program ini melalui pelatihan dan workshop bagi pengurus maupun operator pesantren agar pemanfaatan aplikasi dapat berjalan optimal," ujarnya.
Menutup kegiatan, Plt. Kasi PD Pontren Ahmad Zaini berharap seluruh pondok pesantren di Kota Probolinggo dapat memanfaatkan Aplikasi Pusdatren sebagai bagian dari transformasi digital kelembagaan.
"Kami berharap seluruh pesantren di Kota Probolinggo dapat mengimplementasikan Aplikasi Pusdatren sehingga pengelolaan data santri menjadi lebih tertib, cepat, dan akurat. Kementerian Agama Kota Probolinggo juga siap memberikan pendampingan agar proses implementasinya berjalan dengan baik," pungkas Ahmad Zaini.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi, pelayanan, dan akuntabilitas lembaga pendidikan keagamaan di era digital. (Rief/Humas)



