Peringati Maulid Nabi Muhammad, Ketua DWP Kemenag Kota Probolinggo: DWP Harus Mandiri
bagian tata usaha

Peringati Maulid Nabi Muhammad, Ketua DWP Kemenag Kota Probolinggo: DWP Harus Mandiri

10 Oktober 20254 kali dibaca

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo menggelar kegiatan bertema “Mencoba Mengimplementasikan Kehidupan Rumah Tangga Rasulullah di Kehidupan Kekinian dalam Rangka Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW.”

Kota Probolinggo (DWP) — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo menggelar kegiatan bertema “Mencoba Mengimplementasikan Kehidupan Rumah Tangga Rasulullah di Kehidupan Kekinian dalam Rangka Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW.”

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat di Aula Utama Kantor Kemenag, Jumat (10/10/2025), diikuti oleh pengurus dan anggota DWP dari seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo. Acara diisi dengan tausiah, refleksi keteladanan Rasulullah SAW, serta ajakan untuk meneladani nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan kemandirian dalam kehidupan berumah tangga.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kemenag Kota Probolinggo, Siti Nur Jannah, mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi pribadi yang mandiri, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya.

“DWP harus mandiri, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mandiri secara ekonomi tidak berarti harus bekerja di luar rumah, tetapi bagaimana seorang istri mampu mengelola potensi yang ada di rumah untuk memberikan nilai tambah bagi keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, kemandirian perempuan merupakan kekuatan besar dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan harmonis, serta menjadi penopang tugas suami sebagai ASN Kementerian Agama.

“Keteladanan Rasulullah SAW bersama Sayyidah Khadijah menunjukkan bagaimana harmoni, kerja sama, dan saling mendukung dalam rumah tangga menjadi kunci kebahagiaan dan keberkahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, dalam arahannya menyampaikan bahwa kemandirian ekonomi ibarat pisau bermata dua yang perlu disikapi dengan bijak.

“Kata mandiri secara ekonomi ibarat pisau berbilah dua. Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan pasti ada, dan kadang perceraian dijadikan jalan terakhir. Namun, dalam setiap persoalan, seharusnya selalu ada upaya untuk menyelesaikannya dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Didik menyitir firman Allah SWT dalam Surat Ar-Ruum ayat 21.

“Di dalam ayat itu terdapat kata Khalaqa yang berarti ketetapan Allah, menyiratkan bahwa adanya pasangan (jodoh) merupakan ketentuan dan kekuasaan-Nya. Sedangkan kata Ja’ala menunjukkan bahwa Allah-lah yang menanamkan rasa kasih sayang (mawaddah wa rahmah) dalam hubungan suami istri. Di sinilah manusia berperan dalam menjaga dan menyelesaikan persoalan rumah tangganya,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Didik mengajak DWP Kemenag Kota Probolinggo untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial menjelang peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

“Saya persilakan DWP untuk menjadwalkan kegiatan santunan bagi 80 anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur dalam momentum HAB ke-80 Kemenag, dan” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar DWP Kemenag Kota Probolinggo untuk memperkuat keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga dan sosial, serta berkomitmen menjadi perempuan yang berdaya, berakhlak, dan mandiri. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait