Penyuluh Harus Berdampak! Kemenag Kota Probolinggo Gelar Rakor 2026
kua mayangan

Penyuluh Harus Berdampak! Kemenag Kota Probolinggo Gelar Rakor 2026

13 Oktober 2026169 kali dibaca

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri seluruh penyuluh agama dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Probolinggo. Rakor ini bertujuan meningkatkan koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.

KUA Mayangan - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Tahun Anggaran 2026 di Aula Bawah Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Jalan Mastrip 323, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri seluruh penyuluh agama dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Probolinggo. Rakor ini bertujuan meningkatkan koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.

Kepala Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas penyuluh. Menurutnya, penyuluh harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan hasil akhirnya sepenuhnya ditentukan oleh kinerja para penyuluh itu sendiri.

"Evaluasi amat penting. Penyuluh harus berdampak, dan yang menentukan hasil adalah dari penyuluh sendiri," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, Arifin Budianto, menekankan sejumlah poin kunci dalam pelaksanaan tugas penyuluh, mulai dari komitmen, evaluasi berbasis data, hingga transformasi digital. Ia berharap penyuluh tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi.

"Komitmen penyuluh menjadi hal utama. Evaluasi harus berbasis data, dan transformasi digital harus dijalankan. Penyuluh harus berdampak kepada masyarakat serta mampu memberi solusi. Laporan kinerja juga harus disusun sesuai kenyataan," ujar Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menyebut program Pangestoh atau Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme sebagai tombak kegiatan penyuluh. Program ini dijalankan dengan mengusung semangat M3 dan 3G dalam upaya memperkuat peran penyuluh agama di tengah masyarakat.

Melalui rakor ini, diharapkan seluruh penyuluh agama dan Kepala KUA se-Kota Probolinggo dapat menyamakan langkah, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program Bimas Islam berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Hmd)

 

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait