Pembinaan ASN Kemanag Kota Probolinggo, Kakanwil: ASN Harus Hadir Memberi Manfaat
bagian tata usaha

Pembinaan ASN Kemanag Kota Probolinggo, Kakanwil: ASN Harus Hadir Memberi Manfaat

30 April 20264 kali dibaca

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Achmad Sruji Bahtiar, memberikan pembinaan kepada jajaran pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Kamis (30/4/2026), di Aula MAN 2 Kota Probolinggo.

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Achmad Sruji Bahtiar, memberikan pembinaan kepada jajaran pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Kamis (30/4/2026), di Aula MAN 2 Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut diikuti para Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Satker, Wakil Kepala Satker, serta Kepala Tata Usaha Satker di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, melaporkan perkembangan Program Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 PMPZI Kemenag Kota Probolinggo belum berhasil melaju ke tahap penilaian berikutnya. Namun pada tahun 2026, capaian nilai meningkat hingga mencapai 99,04 persen.

“Alhamdulillah tahun ini PMPZI kami mencapai 99,04 persen dan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.

Didik juga menjelaskan kebijakan efisiensi kerja melalui penerapan Work From Home (WFH) khusus hari Jumat bagi sebagian pegawai. Sementara pelayanan PTSP tetap berjalan secara Work From Office (WFO) dengan sistem bergilir, sedangkan KUA dan satker tetap masuk penuh.

Selain itu, pihaknya berharap adanya dukungan terhadap rencana pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Probolinggo yang hingga kini belum terealisasi.

Sementara itu, Kakanwil dalam arahannya menekankan pentingnya ASN menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain. Menurutnya, manusia harus mampu menghadirkan kebermanfaatan dalam kehidupan dan pekerjaan.

Ia mengibaratkan manusia seperti makanan yang dibutuhkan dan memberi manfaat, dengan syarat bersih dan baik. ASN juga diminta membersihkan diri dari sifat iri, dengki, dan ujub agar dapat menjadi pribadi yang membawa kebaikan.

Selain itu, manusia juga diibaratkan seperti obat yang hadir memberikan ketenangan dan solusi. “Jangan hadir membawa masalah, tetapi hadirlah seperti obat yang memberi manfaat,” pesannya.

Kakanwil juga menegaskan pentingnya empati intelektual dan empati emosional bagi ASN, terutama pejabat sebagai pelayan masyarakat.

“Kita harus mampu memahami pikiran dan perasaan orang lain. Jangan hanya pandai menyuruh, tetapi juga memberi teladan dan manfaat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, daya nalar, dan sikap kritis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. “Selama Allah masih memberikan kesempatan, jangan sia-siakan untuk berbuat kebaikan,” pungkasnya. (RiefHumas).

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait