KUA Mayangan - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI akan digelar di Semarang pada 11–20 September 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan pesta rakyat berskala besar yang berdampak sosial dan ekonomi.
"Kehadiran ribuan peserta dan tamu dari seluruh daerah akan menggerakkan roda ekonomi dan menjadi sarana promosi daerah," ujar Menag.
MTQ juga difungsikan sebagai festival toleransi. Menag menyebut keterlibatan lintas agama dalam pelaksanaannya menjadi bukti nyata harmoni dan kerukunan bangsa.
Mengusung tema 'Menebar Cahaya Al-Quran dalam Harmoni menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban', MTQN XXXI menghadirkan inovasi baru, seperti pameran, seminar, job fair, dan lomba qosidah rebana nasional. Logo berbentuk gunungan wayang putih-hijau dengan ikon Semarang merepresentasikan budaya dan keberagaman Jawa Tengah.
Di tengah persiapan matang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang pada 11–20 September 2026, dukungan terus mengalir dari berbagai daerah. Salah satunya adalah komitmen dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Probolinggo yang menyatakan kesiapannya untuk turut mensukseskan ajang nasional ini.
Kesiapan tersebut sejalan dengan semangat yang telah ditunjukkan Kemenag Kota Probolinggo dalam berbagai even MTQ sebelumnya. Pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember, misalnya, Kankemenag Kota Probolinggo memberikan dukungan nyata kepada para kafilah sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi duta daerah berprestasi.
MTQN XXXI diharapkan menjadi perhelatan bermakna yang memperkuat nilai keagamaan, kebangsaan, dan semangat menuju Indonesia Emas 2045. (Hmd)



