Probolinggo — Pelaksanaan pernikahan seringkali diasumsikan sebagai prosesi yang rumit. Melalui pesan edukatif bertajuk "Nikah Itu Mudah, Yang Repot Itu Apa?", Kantor Urusan Agama (KUA) Wonoasih mengingatkan masyarakat bahwa inti permasalahan bukanlah pada proses akad nikahnya, melainkan kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga setelah akad berlangsung.Pernikahan hakikatnya bukan sekadar menyatukan dua hati, tetapi juga menjadi sarana ibadah untuk berjalan menuju ridha-Nya. Agar kehidupan pascapernikahan berjalan harmonis, KUA Wonoasih merangkum lima aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh calon pengantin:Administrasi: Calon pengantin diimbau untuk melengkapi seluruh persyaratan dan dokumen nikah yang diperlukan secara tertib.Keuangan: Pentingnya merencanakan serta menyiapkan kebutuhan keluarga sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki.Dua Keluarga: Mempelajari cara menyatukan perbedaan latar belakang dan kebiasaan dari dua keluarga besar.Komunikasi: Menjaga kejujuran, senantiasa saling memahami, serta menghargai satu sama lain dalam ikatan pernikahan.Kehidupan Setelah Akad: Membangun rumah tangga yang kokoh dengan landasan tanggung jawab dan kesabaran penuh. Sebagaimana pesan utama yang disampaikan, "Akad hanya satu hari, membangun keluarga adalah perjalanan seumur hidup." Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa mempermudah proses pernikahan dan menghindari hal-hal yang mempersulit, dengan harapan Allah SWT senantiasa menghadirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. By. MFR.



