Latih Tanding Paguyuban Tenis Meja Kemenag Jatim: Merajut Silaturrahim, Menumbuhkan Sportivitas
umum

Latih Tanding Paguyuban Tenis Meja Kemenag Jatim: Merajut Silaturrahim, Menumbuhkan Sportivitas

20 September 20256 kali dibaca

Paguyuban Tenis Meja (PTM) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar Latih Tanding Sportivitas dengan tema “Merajut Silaturrahim, Berharap Keberkahan”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Probolinggo

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Paguyuban Tenis Meja (PTM) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar Latih Tanding Sportivitas dengan tema “Merajut Silaturrahim, Berharap Keberkahan” pada Sabtu (20/09/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Probolinggo, Jalan Soekarno Hatta ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, didampingi Kepala Subbag Tata Usaha.

Latih tanding ini diikuti oleh tim Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur serta 38 tim perwakilan Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Suasana penuh semangat terlihat sejak awal pertandingan, di mana para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjalin keakraban antarpegawai Kemenag se-Jatim.

Ketua PTM Kemenag Jatim, Supriadi (Kemenag Kab. Sidoarjo), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. “Tujuannya bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, tetapi untuk mempererat tali silaturrahim, membina kebersamaan, serta menjaga semangat persaudaraan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pematangan persiapan menjelang pertandingan pada Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kemenag RI mendatang,” ungkapnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota paguyuban yang menjunjung tinggi kebersamaan. Meskipun dalam pertandingan para peserta berhadapan sebagai lawan, namun mereka tetap mengedepankan silaturrahim di atas ego kedaerahan.

“Lawan hanyalah dalam pertandingan, jalinan silaturrahim dan persahabatan adalah keberkahan yang tidak bisa dibayar,” tegas Didik.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pertandingan olahraga bukanlah ajang untuk memupuk permusuhan, melainkan sarana untuk mengukur kemampuan, menyalurkan hobi, dan menumbuhkan sportivitas. “Setelah peluit panjang berbunyi, yang tersisa bukanlah kemenangan atau kekalahan semata, melainkan persaudaraan dan silaturrahim yang semakin kuat,” imbuhnya.

Silaturrahim yang erat, lanjutnya, akan melahirkan persahabatan dan kebersamaan yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan trofi atau medali. Dari sinilah tumbuh rasa saling menghormati, gotong royong, serta semangat pengabdian bersama. “Inilah hakikat sesungguhnya dari kegiatan olahraga di lingkungan Kementerian Agama, yaitu mempertemukan, mempererat, dan membawa keberkahan yang tak bisa dibeli dengan materi,” ujarnya dan menutup sambutannya.

Sebagai informasi, dalam latih tanding ini dipertandingkan partai tunggal dan ganda campuran. Khusus nomor ganda campuran, pasangan ditentukan melalui undian sehingga tidak berpasangan dengan rekan dari daerah yang sama, melainkan dengan peserta dari daerah lain. Hal ini dilakukan untuk semakin memperkuat jalinan silaturrahim lintas daerah.

Adapun hasil pertandingan, untuk kategori tunggal juara 1 diraih oleh Ashari (Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur), sedangkan juara 2 diraih oleh Pangat Supriadi (Kemenag Magetan). Untuk kategori ganda campuran, juara 1 dimenangkan oleh pasangan Baidowi (Madiun) dan Sumarlin (Kota Surabaya), sementara juara 2 diraih pasangan M. Zainullah (Kota Probolinggo) dan Marwiyah (Kediri).

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Probolinggo. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait