Kunci Rumah Tangga Sakinah
kua mayangan

Kunci Rumah Tangga Sakinah

5 Juni 202627 kali dibaca

Kunci ketenangan rumah tangga bukan terletak pada siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling bertakwa kepada Allah.

Dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh ketenangan, sering kali pasangan suami istri terjebak dalam persaingan mencari kekuasaan atau saling menyalahkan. Padahal, resep utama rumah tangga yang sakinah justru terletak pada dua hal sederhana namun mendalam: suami memuliakan istri, dan istri menghormati suami.

https://www.facebook.com/share/p/1J5eeJKeZv/
https://www.facebook.com/share/p/1J5eeJKeZv/

Sebuah pesan dakwah yang viral dalam bentuk ilustrasi berisi nasihat bijak mengingatkan bahwa ketenangan rumah tangga tidak lahir dari dominasi salah satu pihak, melainkan dari keseimbangan hak dan kewajiban yang dilandasi ketakwaan kepada Allah.

Dalam pesan tersebut disebutkan, seorang suami tidak seharusnya sibuk mencari-cari kesalahan istri. Sebaliknya, ia dituntut untuk memperlakukan istrinya dengan kelembutan dan kemuliaan (mulia). Di sisi lain, istri pun tidak sibuk merendahkan suami, melainkan berusaha untuk selalu menghormati dan menghargainya.

"Ketika keduanya saling menunaikan hak pasangannya, rumah akan lebih mudah dipenuhi ketenangan," demikian bunyi penggalan nasihat tersebut.

Poin utama yang menjadi pondasi dari nasihat ini adalah sebuah prinsip mendasar: rumah tangga yang damai bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling bertakwa kepada Allah SWT.

Doa pun dipanjatkan sebagai penutup nasihat tersebut:

"Allahumma allif baina qulubina wa aslih dzata baitina"

(Ya Allah, satukanlah hati kami dan perbaikilah keadaan rumah tangga kami).

Dakwah ini menjadi pengingat bagi setiap keluarga muslim bahwa keutamaan di sisi Allah bukan diukur dari siapa yang mendominasi, melainkan dari siapa yang paling baik dalam memperlakukan pasangan hidupnya. Ketika suami-istri sama-sama berlomba dalam kebaikan, saling memuliakan dan menghormati, maka ketenangan bukan lagi mimpi, melainkan buah manis dari rumah tangga yang diridhai Allah. (Hmd)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait