KUA Mayangan - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kali ini, melalui Bidang Bimas Islam, Kemenag Kota Probolinggo menghadiri Pelatihan Pemulasaran Jenazah di majelis taklim Khoirun Nisa'. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Masjid Al Jannah, Perum Assabri, Kota Probolinggo, pada Rabu (7/10/2026) pagi.
Sejak pukul 08.00 WIB, peserta tampak antusias memenuhi ruangan. Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber utama yang kompeten di bidangnya, yakni Badrul Munir, Husnan, dan Ummi Tijaroh. Ketiganya merupakan Penyuluh Agama dari Kantor Kemenag Kota Probolinggo yang memiliki pemahaman mendalam terkait tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam.
Kehadiran Kasi Bimas Islam, Arifin Budianto, dalam acara tersebut menjadi penanda pentingnya sinergi antara kemenag dan masyarakat dalam urusan keagamaan. Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kemenag Kota Probolinggo untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
"Kami selalu siap manakala masyarakat, majelis taklim, madrasah meminta kami untuk menjadi narasumber dalam hal layanan keagamaan, dan itu sifatnya gratis," ujar Arifin Budianto di hadapan para peserta. Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari hadirin, menandakan apresiasi atas keterbukaan dan kesiapan Kemenag dalam melayani umat.
Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Hamdan Amrullah, Koordinator Agen Perubahan PANGESTOH (Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme). Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pelatihan tersebut sekaligus memperkenalkan peran penyuluh agama yang senantiasa selalu siap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan, pendampingan, serta penyuluhan keagamaan secara humanis dan berkelanjutan.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Para peserta diajak untuk memahami langkah-langkah pemulasaran jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan, hingga menguburkan. Diharapkan, melalui pelatihan ini, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menangani jenazah sesuai syariat Islam semakin meningkat.
Kegiatan berlangsung hingga selesai dan mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru yang sangat bermanfaat untuk diterapkan di lingkungan masing-masing. Dengan adanya pelatihan seperti ini, Kemenag Kota Probolinggo terus berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjalankan ibadah dan pelayanan keagamaan dengan baik dan benar. (Hmd)



