Kota Probolinggo – Kantor Kemenag Kota Probolinggo hadir dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran Kepala Kemenag, Kasubag, Kasi Bimais, Kepala KUA dan penghulu se-Kota Probolinggo, staf Bimais, dan perwakilan penyuluh agama menjadi wujud dukungan terhadap agenda keagamaan nasional terbesar tersebut.
Pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri para menteri dan pejabat daerah, tokoh agama, serta peserta dari seluruh provinsi. Kemenag Kota Probolinggo hadir menyaksikan sekaligus memberi dukungan moral kepada para kafilah.
Panitia melaporkan sebanyak 2.242 peserta mengikuti MTQ tahun ini, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 cadangan. Mereka berlaga di delapan cabang: Seni Baca Al-Qur’an (329), Qira’at (184), Hafalan (331), Tafsir (130), Fahmil Qur’an (196), Syarhil Qur’an (202), Kaligrafi (315), dan KTIQ (64).
Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, LPTQ Nasional, panitia, serta seluruh masyarakat Jawa Tengah atas keberhasilannya menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI.
Penyelenggaraan MTQ tahun ini menjadi momen istimewa dan bersejarah, sebab Provinsi Jawa Tengah akhirnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional setelah menunggu selama 47 tahun.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan pentingnya menjaga tradisi MTQ yang diinisiasi oleh Kementerian Agama demi memperluas syiar Islam di tanah air.
Ia menambahkan, perhelatan MTQ di Indonesia memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya di dunia. MTQ di Indonesia dinilai sebagai gelaran yang paling semarak dan paling konsisten sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1968 tanpa pernah terputus.
MTQ Nasional XXXI kali ini mengusung tema: “Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”
Menanggapi tema tersebut, Menteri Agama mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk tidak sekadar membaca dan menghafal Al-Qur'an secara lisan, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Tema ini mengajak kita untuk berpikir dan melangkah lebih jauh. Kita tidak cukup hanya membaca Al-Qur'an dengan benar, menghafalnya dengan kuat, atau memahami kandungannya dengan baik. Semua itu tentu sangat penting, tetapi harus bermuara pada kemampuan mengaktualisasikan dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an di dalam kehidupan nyata," tegasnya.
Melalui gelaran MTQ ini, diharapkan semangat Al-Qur'an dapat terus menyinari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju tercapainya cita-cita Indonesia Emas. (Hmd)



