Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Dalam upaya mewujudkan komitmen Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo terus mengoptimalkan langkah strategisnya dengan menggelar Workshop Pelayanan Prima (Service Excellent), Selasa (5/5/2026), bertempat di aula kantor setempat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Probolinggo dan diikuti oleh para petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di lingkungan Kemenag, meliputi satuan kerja madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ahmad Zaini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk berbagi pengalaman bersama BRI dalam membangun pelayanan prima guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif lembaga, memperkuat transparansi informasi, serta menghadirkan layanan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
“Pelayanan prima dalam sektor publik didasarkan pada prinsip bahwa pelayanan merupakan bentuk pemberdayaan, dengan tujuan memberikan pemenuhan kebutuhan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Manager Operasional BRI BO Probolinggo, Aprianty Surya Ningsih, menegaskan bahwa excellent service adalah pelayanan terbaik yang diberikan secara konsisten dan berkesinambungan, tidak hanya memenuhi harapan, tetapi juga mampu melampaui ekspektasi masyarakat.
“Pelayanan prima dibangun atas dasar sikap, perhatian, dan tindakan. Kita hadir bukan sekadar sebagai petugas, tetapi sebagai pelayan umat yang amanah dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam pelayanan publik, sikap dan tindakan menjadi penentu utama kualitas layanan serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi, khususnya Kementerian Agama. Menurutnya, pelayanan prima bukan hanya soal prosedur, melainkan tentang cara pandang dalam melayani.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab serta praktik langsung pelayanan prima oleh peserta, sehingga materi yang disampaikan dapat langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa para peserta workshop merupakan Tim Excellent Service yang diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas layanan di lingkungan Kemenag.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim BRI Cabang Kota Probolinggo atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang diberikan, seraya berharap hal tersebut menjadi amal jariyah.
“Workshop ini sangat penting karena kita sedang membangun Zona Integritas, di mana seluruh penilaian sangat berkaitan dengan kualitas pelayanan. Penilaiannya bersifat kualitatif, menyangkut pengalaman, perasaan, dan persepsi masyarakat,” tegasnya.
Didik menambahkan bahwa pelayanan prima harus dimulai dari kesan pertama (first impression) yang baik, sehingga interaksi awal dengan masyarakat dapat membentuk persepsi positif dan berujung pada kepuasan serta kepercayaan publik.
“Pelayanan prima bertujuan memberdayakan masyarakat, bukan membebani, sehingga akan meningkatkan kepercayaan terhadap Kementerian Agama,” pungkasnya. (RiefHumas)



