Kalibrasi Kiblat Masjid Yahya Nafis Mayangan, Momentum Rashdul Qiblah 16 Juli 2026
kua mayangan

Kalibrasi Kiblat Masjid Yahya Nafis Mayangan, Momentum Rashdul Qiblah 16 Juli 2026

16 Juli 202664 kali dibaca

Pelaksanaan kalibrasi ini bertepatan dengan fenomena Rashdul Qiblah atau Istiwa' A'zam, yaitu momen ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, dan pada 16 Juli 2026 diperkirakan terjadi pada pukul 16.27 WIB

KUA Mayangan - Tim Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan kalibrasi arah kiblat di tanah wakaf baru untuk Masjid Yahya Nafis, Jalan Ikan tongkol RT 05 RW 01  Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi yang diajukan oleh pihak takmir masjid kepada Kemenag Kota Probolinggo.

Pelaksanaan kalibrasi ini bertepatan dengan fenomena Rashdul Qiblah atau Istiwa' A'zam, yaitu momen ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, dan pada 16 Juli 2026 diperkirakan terjadi pada pukul 16.27 WIB .

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Probolinggo, Arifin Budianto, menjelaskan bahwa momen Rashdul Qiblah dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat dengan tingkat akurasi tinggi. "Kami dari tim falakiyah menggunakan metode bayangan matahari. Pada waktu yang telah ditentukan, bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan kiblat. Ini adalah metode ilmiah, mudah, dan praktis yang dianjurkan oleh Kementerian Agama," ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI untuk mengajak umat Islam memverifikasi arah kiblat tempat ibadah secara serentak . Takmir Masjid Yahya Nafis menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon cepat dari Kemenag Kota Probolinggo. "Kami sangat terbantu dengan adanya kalibrasi ini, apalagi dilaksanakan pada hari yang sangat istimewa. Ini memberikan kepastian dan ketenangan bagi kami dan jamaah dalam beribadah," ungkapnya. Hasil kalibrasi akan dituangkan dalam sertifikat arah kiblat sebagai dokumen resmi. (Hmd)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait