Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Memasuki akhir triwulan ketiga tahun 2026, Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo terus mendorong penguatan kinerja pelaksanaan anggaran. Setiap capaian program diharapkan tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga tercatat secara tepat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kota Probolinggo, Ahmad Zaini, saat memberikan arahan pada Apel ASN, Senin (14/9/2026), di halaman depan kantor setempat.
Zaini menyampaikan, berdasarkan capaian pada semester pertama tahun 2026, Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Bimas Islam Kankemenag Kota Probolinggo mencapai 78,56 persen dan menjadi yang tertinggi se-Jawa Timur.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Terlebih, menjelang akhir tahun anggaran, diperlukan perhatian bersama agar pelaksanaan anggaran semakin tertib dan mampu memberikan hasil optimal.
“Memasuki akhir semester ketiga, kita mendapatkan Bimbingan Teknis Capaian Pelaksanaan Anggaran dari KPPN Bondowoso. Harapannya, IKPA kita dapat masuk dalam kategori yang bagus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pencapaian kinerja anggaran tidak hanya ditentukan oleh tingkat penyerapan dana. Terdapat sejumlah aspek yang turut menjadi perhatian, antara lain kedisiplinan dalam melakukan input CAPUT (Capaian Output), ketepatan waktu penyerapan anggaran, minimnya revisi anggaran, serta kepatuhan dalam penyampaian laporan keuangan.
Dari berbagai komponen tersebut, CAPUT memiliki bobot penilaian yang cukup besar. Karena itu, Zaini meminta seluruh unsur Bimas Islam untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dalam memastikan setiap capaian output tercatat secara benar dan tepat waktu.
“Mohon kerja samanya seluruh elemen Bimas Islam, agar pencatatan CAPUT (Capaian Output) dapat dikomunikasikan. Semuanya harus berjalan lancar, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Keterbatasan SDM, Jangan Menjadi Beban
Dalam kesempatan yang sama, Zaini juga menyampaikan kondisi sumber daya manusia di lingkungan Kankemenag Kota Probolinggo yang terus mengalami pengurangan seiring adanya pegawai yang memasuki masa purna tugas.
Ia menginformasikan bahwa mulai Oktober 2026, jumlah pengawas akan tersisa dua orang. Kondisi tersebut tentu membutuhkan penyesuaian dalam pembagian tugas agar pendampingan dan layanan kepada madrasah tetap berjalan optimal.
“Kepada keduanya nantinya akan mendapatkan tambahan tugas. Akan tetapi, tugas ini jangan dijadikan sebagai beban yang berat. Kita harus tetap memastikan madrasah tidak ketinggalan informasi,” pesannya.
Menurutnya, keterbatasan jumlah personel harus disikapi dengan semangat kolaborasi dan komunikasi. Pembagian tugas yang baik diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus memastikan informasi dan kebijakan dapat tersampaikan kepada madrasah secara tepat.
Selamat Memasuki Fase Baru
Pada bagian lain, Zaini menyampaikan informasi terkait pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Kankemenag Kota Probolinggo.
Ia menginformasikan bahwa mulai Oktober 2026, PPPK Paruh Waktu akan masuk dalam kategori PPPK Penuh Waktu. Perubahan tersebut menjadi kabar baik sekaligus momentum untuk meningkatkan rasa syukur dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Saya ucapkan selamat. Syukurilah dengan menjadi ASN yang berintegritas,” pungkasnya.
Capaian NKA Bimas Islam yang menjadi yang tertinggi se-Jawa Timur menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran. Namun, capaian tersebut juga harus diiringi dengan kedisiplinan administrasi, ketepatan pencatatan CAPUT, serta komitmen menjaga akuntabilitas.
Jaga kinerja bukan sekadar mempertahankan angka, tetapi memastikan setiap anggaran menghasilkan capaian yang nyata, setiap pekerjaan tercatat dengan benar, dan setiap amanah dapat dipertanggungjawabkan. (Rief/Humas)



