KUA Mayangan - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di halaman kantor setempat, Kamis (1/10/2026).
Upacara yang digelar tersebut diikuti oleh seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Kankemenag Kota Probolinggo, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dengan mengenakan pakaian seragam korpri.
Bertindak sebagai pembina upacara, Didik Kurniawan mengajak seluruh ASN memperkokoh persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan akuntabilitas kinerja. Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang telah disepakati bersama dan tidak perlu dipertentangkan lagi.
"Tidak ada satu pun sila yang bertentangan dengan ajaran agama. Semua agama menghormatinya sebagai landasan hidup berdampingan dalam satu negara," tegasnya.
Didik juga mengingatkan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama. Ia kemudian menyoroti akuntabilitas kinerja pegawai, khususnya terkait evaluasi laporan kinerja dan penyaluran Tunjangan Kinerja (Tukin).
Menurutnya, evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan laporan memenuhi ketentuan dan mencerminkan capaian kinerja sebenarnya. Ia pun mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam penyusunan laporan kinerja para Penyuluh Agama.
Terkait Tukin, Didik menyampaikan masih ada sejumlah hal yang perlu dituntaskan. Pihaknya berencana mengusulkan penundaan sementara penyaluran tunjangan agar tidak dibayarkan bersamaan dengan gaji, berkaitan dengan rencana perubahan mekanisme pembayaran mulai 1 Januari 2027.
“Kami ingin laporan Kemenag Kota Probolinggo benar-benar rapi, layak, dan dapat dipertanggungjawabkan sejak awal," ungkapnya.
Dalam upacara tersebut, Eko Eni Suyanti, bertugas sebagai pembawa acara, Mohammad Thoyib Maulana, sebagai ajudan, Musyrifatul Mukarromah, sebagai pembaca UUD 1945, Eka Putri Wulandari, sebagai pembaca ikrar, Hamdan Amrullah, sebagai pembaca doa, dan Holili sebagai komandan upacara.
Menutup amanatnya, Didik mengajak seluruh jajaran menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian. Nilai persatuan, toleransi, keikhlasan, dan tanggung jawab hendaknya menjadi landasan dalam melayani masyarakat.
"Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kita," pungkasnya. (Hmd)



