Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkokoh persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan akuntabilitas kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Kamis (1/10/2026).
Dalam amanatnya, Didik menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang telah melalui proses perumusan dan kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Oleh karena itu, kedudukan Pancasila tidak perlu lagi dipertentangkan, terlebih nilai-nilai yang terkandung di dalamnya selaras dengan semangat kehidupan beragama dan kebinekaan di Indonesia.
"Pancasila telah melalui proses kajian panjang dan disepakati bersama. Tidak ada satu pun sila yang bertentangan dengan ajaran agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu. Semua agama menghormatinya sebagai landasan kita hidup berdampingan dalam satu negara," tegas Didik di hadapan seluruh pejabat dan pegawai.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai ASN, seluruh pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga komitmen kebangsaan serta menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing. Perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam mewujudkan tujuan bersama.
"Kita telah sepakat hidup di sini, maka wajib menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing demi mencapai tujuan bersama," ujarnya.
Selain menekankan nilai-nilai kebangsaan, Didik memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan arahan mengenai akuntabilitas kinerja pegawai, khususnya terkait evaluasi laporan kinerja dan penyaluran Tunjangan Kinerja (Tukin). Ia menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan tim peninjau bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap laporan memenuhi ketentuan dan mencerminkan capaian kinerja yang sebenarnya.
Menurutnya, ketepatan dan kelengkapan laporan kinerja merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, setiap hak pegawai yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan ketentuan dan capaian kinerja masing-masing.
Didik juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital, termasuk dukungan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dalam membantu penyusunan laporan kinerja para Penyuluh Agama. Inovasi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses administrasi sekaligus meningkatkan kualitas dokumen yang disusun, dengan tetap memperhatikan ketepatan dan validitas data.
Terkait penyaluran Tukin, ia menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu dituntaskan agar seluruh persyaratan dinyatakan layak. Oleh karena itu, pihaknya berencana mengusulkan penundaan sementara penyaluran tunjangan agar tidak dibayarkan bersamaan dengan gaji. Kebijakan tersebut berkaitan dengan rencana perubahan mekanisme pembayaran gaji dan tunjangan mulai 1 Januari 2027, yang selanjutnya menjadi kewenangan Kantor Wilayah Kementerian Agama.
"Kami ingin laporan Kemenag Kota Probolinggo benar-benar rapi, layak, dan dapat dipertanggungjawabkan sejak awal. Kelak kita patut berbangga atas hasil kerja yang ditunjukkan," ungkapnya.
Ia menambahkan, petunjuk teknis lebih terperinci mengenai pelaporan kinerja dan mekanisme terkait akan disampaikan secara terpisah kepada seluruh pegawai agar dapat dipahami dan dilaksanakan secara seragam.
Menutup amanatnya, Didik mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Probolinggo menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian. Nilai persatuan, toleransi, keikhlasan, dan tanggung jawab hendaknya senantiasa menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh ASN dapat terus menjaga kebersamaan, bekerja dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kita," pungkasnya. (Rief/Humas).



