Empat Pilar Dakwah Dari Tabligh hingga Tathwir
kua mayangan

Empat Pilar Dakwah Dari Tabligh hingga Tathwir

26 Juni 202646 kali dibaca

Dakwah sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai Islam ternyata tidak hanya terbatas pada ceramah lisan semata. Dalam perspektif kontemporer, dakwah memiliki cakupan yang lebih luas dan terstruktur.

KUA Mayangan - Dakwah sebagai upaya menyebarkan nilai-nilai Islam ternyata tidak hanya terbatas pada ceramah lisan semata. Dalam perspektif kontemporer, dakwah memiliki cakupan yang lebih luas dan terstruktur, yang terbagi ke dalam empat bentuk kegiatan utama.

Berdasarkan literatur yang dirujuk dalam buku "Dakwah dalam Al-Qur’an" karya Yuli Umro’atin, keempat bentuk kegiatan tersebut meliputi Tabligh, Irsyad, Tadbir, dan Tathwir. Keempat pilar ini menjadi fondasi penting dalam menjalankan misi dakwah secara holistik, baik dari sisi pencerahan spiritual hingga pemberdayaan ekonomi umat.

https://www.facebook.com/share/14mDLWUC6iH/
https://www.facebook.com/share/14mDLWUC6iH/

Pertama, Tabligh Islam diartikan sebagai upaya penerangan dan penyebaran pesan-pesan Islam kepada khalayak. Kegiatan ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi tentang ajaran agama secara benar dan merata.

Kedua, Irsyad Islam berfokus pada penyuluhan dan bimbingan keagamaan. Berbeda dengan tabligh yang bersifat informatif, irsyad lebih menekankan pada pendampingan dan arahan personal agar umat dapat mengamalkan ajaran Islam dengan tepat.

Ketiga, Tadbir Islam merupakan upaya pemberdayaan umat dalam menjalankan ajaran Islam melalui lembaga dakwah. Aspek ini menyoroti pentingnya manajemen dan kelembagaan yang kuat sebagai wadah untuk mengorganisir kegiatan keagamaan secara kolektif dan berkelanjutan.

Keempat, Tathwir Islam menjadi pelengkap yang krusial, yaitu upaya pemberdayaan ekonomi keumatan. Pendekatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya mengurus akhirat, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap keempat pilar ini, diharapkan kegiatan dakwah dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan umat, baik secara spiritual maupun sosial-ekonomi. (Hmd)

https://www.facebook.com/share/1ZrFVQ3Ncy/
https://www.facebook.com/share/1ZrFVQ3Ncy/

Sumber: Yuli Umro’atin, Dakwah dalam Al-Qur’an, Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2020.

Kunjungi: https://mayangan.kemenagkotaprobolinggo.id/#berita

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait