Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Suasana pagi di MI Tashilul Mubtadiin Kota Probolinggo tampak berbeda dari biasanya. Siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang umumnya membawa buku dan alat tulis, kali ini justru datang dengan membawa aneka peralatan memasak. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Children Kitchen yang dilaksanakan pada Senin (17/12/2025).
Sesampainya di kelas masing-masing, para siswa terlihat antusias mengeluarkan dan menata perlengkapan memasak yang dibawa dari rumah. Dengan mengenakan celemek lengkap dengan topi koki, mereka tampak percaya diri dan bersemangat layaknya juru masak profesional. Didampingi ustadz dan ustadzah, para siswa mulai memasak sesuai resep yang telah disiapkan.
Adapun menu yang dimasak pun beragam dan disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas 1 membuat roti panggang, kelas 2 kue kacang cokelat, kelas 3 kue pastel kering, kelas 4 risol mayo, kelas 5 mie ayam, dan kelas 6 pancake. Setiap kelas tampak bekerja sama dengan penuh keceriaan dan kekompakan.
Kepala MI Tashilul Mubtadiin, Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan Children Kitchen merupakan kegiatan edukatif yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang peserta didik.
“Kegiatan ini sangat positif dan memiliki banyak manfaat bagi anak. Setidaknya ada empat hal penting yang dapat diperoleh,” ujarnya.
Pertama, pengembangan keterampilan sosial. Melalui kegiatan memasak bersama, anak-anak belajar berbagi, bergiliran, bernegosiasi, serta bekerja sama agar bahan dan proses memasak sesuai dengan resep yang diberikan.
Kedua, permainan imajinatif dan role play. Anak-anak dapat berperan sebagai koki atau meniru aktivitas memasak orang tua di rumah, sehingga mendorong kreativitas dan kemampuan bercerita.
Ketiga, pengembangan keterampilan motorik halus. Anak-anak belajar mengoordinasikan gerak tangan dan mata, seperti memegang pisau, sendok, garpu, hingga mengoperasikan peralatan dapur sederhana dengan aman.
“Keempat adalah keterampilan kognitif dan belajar. Di dalamnya terdapat pembelajaran matematika dasar seperti mengukur dan menghitung, pembelajaran bahasa melalui penambahan kosakata alat dapur dan aktivitas memasak, hingga kemampuan memecahkan masalah dalam menentukan menu dan mengatur proses memasak,” imbuh Hanafi.
Melalui kegiatan Children Kitchen ini, MI Tashilul Mubtadiin berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna, sekaligus menanamkan keterampilan hidup sejak usia dini. (Hanafi).
Editor : Rief HumasKemenag



