KUA Mayangan - Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat melalui penguatan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema besar "Cinta Rasulullah, Hidupkan Teladan, Tebarkan Rahmat". Semangat ini diperkuat oleh tagline "Bershalawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi" yang menjadi seruan moral bagi umat Islam Indonesia agar tidak hanya merayakan cinta melalui lisan, tetapi juga menerjemahkannya dalam aksi nyata kemanusiaan dan kebangsaan.
Dalam berbagai kesempatan, jajaran pimpinan Kemenag menyampaikan bahwa meneladani akhlak Nabi berarti mengaktualisasikan sifat-sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah dalam setiap sendi kehidupan, mulai dari cara bertutur kata, bermuamalah, hingga dalam menjalankan tugas pelayanan publik, karena ketika cinta kepada Rasul hidup dalam jiwa, maka rahmat akan menyebar ke seluruh negeri. Tagline "Bershalawat untuk Negeri" hadir sebagai terobosan spiritual yang menghubungkan dimensi ibadah dengan kontribusi sosial, di mana Kemenag mendorong praktik Bershalawat tidak hanya dilakukan di majelis taklim, tetapi juga menjadi semangat kerja dan pengabdian, karena kemajuan negeri hanya akan terwujud jika diiringi dengan keberkahan doa dan keteladanan moral.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin yang berhasil menyatukan masyarakat Madinah yang majemuk, sehingga spirit "Rahmatan lil 'Alamin" dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan di Indonesia yang multikultural, terutama bagi generasi muda dalam membangun toleransi, keadilan, dan kasih sayang sesama.
Melalui tajuk besar ini, Kemenag mengajak para ulama, kiai, guru, hingga pelajar untuk bersama-sama menggerakkan semangat selawat dan keteladanan melalui berbagai kegiatan seperti lomba pidato, festival rebana, kajian kitab kuning, serta aksi sosial di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud implementasi nyata. Mari kita jadikan cinta kepada Rasulullah sebagai energi kebangsaan, hidupkan teladan, tebarkan rahmat, dan rajut persatuan dengan semangat "Bershalawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi". (Hmd)



