Perkuat Mutu Pendidikan, MAN 1 Kota Probolinggo Percepat Digitalisasi Madrasah
pendidikan madrasah

Perkuat Mutu Pendidikan, MAN 1 Kota Probolinggo Percepat Digitalisasi Madrasah

1 Juli 202670 kali dibaca

"Madrasah tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi. Guru harus terus meningkatkan kompetensi, mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, serta memanfaatkan teknologi sebagai media untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik"

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Berangkat dari semangat tersebut, MAN 1 Kota Probolinggo menggelar Giat Penguatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertema "Implementasi Kebijakan Digitalisasi Madrasah" yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan, Rabu (1/7/2026), di aula madrasah setempat.

Kegiatan menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, yang memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Kabid Pendma Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Sugiyo memberikan penguatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Probolinggo, Rabu (1/7/2026). foto: Rief HumasKemenag
Kabid Pendma Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Sugiyo memberikan penguatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Probolinggo, Rabu (1/7/2026). foto: Rief HumasKemenag

Kepala MAN 1 Kota Probolinggo, M. Alfan Makmur, dalam laporannya menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih madrasah menjadi bukti meningkatnya kualitas layanan pendidikan. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 83 persen lulusan MAN 1 Kota Probolinggo berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selain itu, siswa madrasah juga berhasil menorehkan 23 prestasi akademik dan nonakademik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepercayaan masyarakat terhadap MAN 1 Kota Probolinggo pun terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami bersyukur berbagai capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MAN 1 Kota Probolinggo. Ke depan, kami terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital," ujar Alfan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, mengapresiasi perkembangan MAN 1 Kota Probolinggo yang dinilainya semakin pesat, baik dari sisi pembangunan sarana dan prasarana, prestasi guru dan siswa, inovasi kelembagaan, maupun meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, kemajuan sebuah madrasah tidak cukup hanya ditopang oleh fasilitas yang memadai, tetapi juga harus diperkuat oleh kualitas sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap perubahan.

"Madrasah harus mampu membangun citra positif dan memiliki daya saing yang tinggi sehingga menjadi pilihan utama masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur madrasah memiliki visi yang sama serta bekerja secara kolaboratif dalam memberikan layanan terbaik," tegas Didik.

Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Probolinggo, mengikuti Penguatan Kompetensi ASN, Implementasi Digitalisasi Madrasah, Rabu (1/7/2026). foto: Rief HumasKemenag
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota Probolinggo, mengikuti Penguatan Kompetensi ASN, Implementasi Digitalisasi Madrasah, Rabu (1/7/2026). foto: Rief HumasKemenag

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan komite menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola lembaga yang efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Kabid Penma Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, menegaskan bahwa madrasah saat ini memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang unggul, religius, sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran, tetapi merupakan transformasi budaya kerja yang mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih efektif, inovatif, dan berkualitas.

"Madrasah tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi. Guru harus terus meningkatkan kompetensi, mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, serta memanfaatkan teknologi sebagai media untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik," ujarnya.

Sugiyo menekankan bahwa pembangunan fisik madrasah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Keberhasilan madrasah diukur dari kualitas lulusan, karakter peserta didik, prestasi yang diraih, serta tingginya tingkat kepercayaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa keunggulan utama madrasah tetap terletak pada pembentukan karakter keagamaan. Oleh sebab itu, peserta didik harus memiliki kemampuan menjalankan ibadah dengan baik, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Persaingan antarlembaga pendidikan harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja," pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Sugiyo juga menyerahkan piagam penghargaan kepada tujuh guru pendamping yang berhasil mengantarkan siswa MAN 1 Kota Probolinggo meraih prestasi di tingkat nasional.

Penghargaan bidang akademik diberikan kepada Luluk Mukarromah sebagai pendamping Liga Matematika Sains Nusantara 2026 dan Excellent Festival kategori Riset, serta Via Dila Hasanah sebagai pendamping Olimpiade Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab 2026.

Penghargaan bidang nonakademik diberikan kepada Samsul Arifin Iriyanto sebagai pendamping O2SN cabang atletik, Sasmira Nur Hidayah sebagai pendamping lomba Business Plan, Lensa Usaha, dan FTU Competition kategori Business Plan serta Poster Digital, serta Muhammad Malik Trias sebagai pendamping Jakarta Drone and Robot Fiesta dan Surabaya Robotic and Drone Competition kategori Coding Mission.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Safrila Budialfiyah sebagai Instruktur Prodistik ITS dan Yuli Nur Azizah sebagai Instruktur Robotik setelah berhasil menyelesaikan Training of Trainers (ToT).

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kota Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat implementasi digitalisasi madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi pendidik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, inovatif, dan semakin dipercaya masyarakat. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

WhatsAppFacebook

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait