Kepala Kankemenag Kota Probolinggo Pantau Pelaksanaan OMI Tingkat Kota
pendidikan

Kepala Kankemenag Kota Probolinggo Pantau Pelaksanaan OMI Tingkat Kota

9 September 20253 kali dibaca

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (PenMad), M. Zainullah, memantau secara langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Probolinggo jenjang Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas (MA/SMA)

Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (PenMad), M. Zainullah, memantau secara langsung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Probolinggo jenjang Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas (MA/SMA), Selasa (9/9/2025). Kegiatan perdana ini dipusatkan di MAN 2 Kota Probolinggo.

Pelaksanaan OMI 2025 didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4657 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2025. Regulasi ini menjadi pedoman resmi penyelenggaraan OMI untuk pertama kalinya, menggantikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).

“OMI bertujuan mengembangkan bakat siswa madrasah di bidang sains dan riset, sejalan dengan tema Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global,” terang Kasi PenMad, M. Zainullah.

OMI tingkat Kota Probolinggo dilaksanakan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2025. Bidang lomba terbagi dalam dua kategori, yakni sains dan riset, dengan cakupan peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA.

Dalam pantauannya, Kepala Kankemenag memberikan apresiasi atas kesiapan panitia serta antusiasme para peserta dan guru pembimbing.

“Saya berharap OMI ini menjadi wadah positif bagi siswa madrasah dan sekolah untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan rasa percaya diri di bidang sains dan riset, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, integritas, dan kolaborasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Didik menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. “Melalui OMI ini, kita ingin melahirkan generasi emas Indonesia 2045 yang unggul, berkarakter, serta mampu berinovasi dalam sains dan teknologi digital,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana penuh semangat. Para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang lomba, sementara panitia dan dewan juri bekerja secara profesional untuk memastikan kompetisi berjalan adil dan objektif. (Rief/Humas)

Bagikan Artikel

Tim Redaksi

Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo

Berita Terkait