Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menandatangani Komitmen Bersama Penerapan Pengelolaan Lingkungan Terpadu Berbasis Tempat Ibadah se-Kota Probolinggo menuju Kota Berketahanan Iklim. Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian Festival Hari Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Tahun 2026 bertajuk Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim (PRO IKLIM) yang digelar di area perluasan utara Taman Wisata Lingkungan, Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Ketua dan Pengurus TP PKK Kota Probolinggo, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama lintas agama.
Komitmen bersama tersebut ditandatangani oleh Ketua Takmir Masjid Agung KH Abdul Aziz RM, Ketua Dewan Penasehat Musyawarah Antar Gereja Pdt. Argo Daniel, Ketua Dewan Paroki IGN Kusno Widodo, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Dwiwantoro, serta Wali Kota Probolinggo Aminuddin.
Adapun poin-poin komitmen yang disepakati meliputi peningkatan edukasi dan partisipasi umat dalam pengelolaan lingkungan, pelaksanaan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu di tempat ibadah, pembentukan serta optimalisasi bank sampah, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan pengelola lingkungan di tempat ibadah, penanaman pohon, pemanfaatan energi baru terbarukan, penghematan air dan energi, serta pelaksanaan koordinasi, monitoring, dan evaluasi secara berkala.
Sebelum seremoni penandatanganan berlangsung, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan menyampaikan kepada Wali Kota dan Kepala DLH bahwa sebagian besar isi komitmen tersebut telah lebih dahulu dijalankan oleh jajaran Kementerian Agama Kota Probolinggo.
“Kami telah melaksanakan berbagai program yang sejalan dengan komitmen ini. Bahkan jauh sebelum penandatanganan, Kemenag Kota Probolinggo telah berupaya membangun budaya kerja yang peduli lingkungan,” ungkap Didik.
Ia menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir Kemenag Kota Probolinggo konsisten menjalankan program Eco Office atau Kantor Ramah Lingkungan yang didukung oleh seluruh ASN melalui penandatanganan komitmen bersama. Berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan kantor, penanaman pohon di tempat-tempat ibadah, hingga penyaluran hibah bibit pohon kepada masjid, musala, gereja, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Menurutnya, berbagai upaya tersebut merupakan implementasi dari salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni Ekoteologi, yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup.
“Kami meyakini bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama. Karena itu, program Ekoteologi terus kami dorong agar menjadi gerakan bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut Didik menambahkan, di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) juga telah dikembangkan berbagai program pendukung pelestarian lingkungan, di antaranya gerakan wakaf pohon dari calon pengantin serta kegiatan kerja bakti dan bersih lingkungan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.
Sementara itu, dalam upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon, Kemenag Kota Probolinggo juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga layanan publik tetap berjalan secara optimal melalui mekanisme Work From Office (WFO).
Melalui penandatanganan komitmen bersama ini, Kemenag Kota Probolinggo menegaskan dukungannya terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan peran tempat ibadah sebagai pusat edukasi lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang hijau, bersih, dan berketahanan iklim. (Rief/Humas).



