KOTA PROBOLINGGO (MTsN) – Sebagai bentuk komitmen dalam membumikan budaya membaca dan menulis, MTs Negeri Kota Probolinggo selaku nominator Sekolah Aktif Literasi Nasional 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan pengimbasan literasi di MTs Nurul Hidayah Kota Probolinggo pada Senin (15/6/2026).
Kehadiran tim MTs Negeri Kota Probolinggo disambut hangat oleh Kepala Madrasah, jajaran dewan guru, serta staf MTs Nurul Hidayah Kota Probolinggo. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk berbagi praktik baik (best practice) terkait implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Program pengimbasan ini bertujuan utama untuk memperluas dampak positif dari budaya literasi serta mendorong publikasi karya nyata ke madrasah atau sekolah lain di sekitarnya. Tidak hanya sekadar teori, MTs Negeri Kota Probolinggo juga membagikan berbagai inovasi program unggulan serta penguatan literasi dasar yang mudah diterapkan oleh madrasah imbas.
"Kami ingin program literasi ini tidak berhenti di madrasah kami saja. Melalui pengimbasan ini, kami berharap MTs Nurul Hidayah Kota Probolinggo dapat ikut bergerak bersama, menumbuhkan minat baca-tulis peserta didik, hingga mampu melahirkan karya-karya yang dipublikasikan," ujar salah satu perwakilan tim pengimbas.
Menariknya, aksi nyata ini diinisiasi langsung oleh Tim Divisi Cinta Ilmu, sebuah divisi khusus yang dibentuk untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta MTs Negeri Kota Probolinggo. Melalui pendekatan yang humanis dan menyenangkan, tim ini berhasil mengemas materi literasi dasar menjadi program inovatif yang menarik minat para guru dan murid di madrasah imbas untuk segera menerapkannya di kelas.
Fokus utama keguatan pengimbasan:
Berbagi Praktik Baik (Gerakan Literasi Sekolah): Strategi menciptakan lingkungan madrasah yang kaya akan teks dan budaya baca.
Inovasi Program Literasi: Kiat-kiat kreatif agar murid konsisten membaca tanpa merasa terbebani.
Penguatan Literasi Dasar: Fondasi penting dalam memahami, menganalisis, dan menyerap informasi.
Publikasi Karya: Mendorong guru dan murid untuk mendokumentasikan ide menjadi karya tulis yang siap dipublikasikan.
Kepala MTs Nurul Hidayah Kota Probolinggo, Udkhulul Jannah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya madrasah mereka sebagai mitra pengimbasan. Pihaknya berharap momentum ini menjadi titik awal kebangkitan budaya literasi yang lebih terstruktur dan berdampak bagi seluruh warga madrasah.
Dengan adanya kolaborasi ini, status MTs Negeri Kota Probolinggo sebagai nominator Sekolah Aktif Literasi Nasional 2026 tidak hanya menjadi prestasi internal, tetapi juga menjadi motor penggerak mutu pendidikan dan literasi bagi madrasah-madrasah di wilayah sekitarnya. (cay)
