Kota Probolinggo (Humas Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) menggelar Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Probolinggo di Aula Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Senin (6/7/2026).
Sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memastikan pelaksanaan MATAMUDA di seluruh madrasah berjalan sesuai ketentuan serta terintegrasi dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai penguatan karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan madrasah.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Probolinggo, M. Zainullah, menjelaskan bahwa Petunjuk Teknis orientasi murid baru Tahun Pelajaran 2026/2027 telah resmi diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.
"Mulai tahun pelajaran ini, istilah Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) resmi berubah menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga menjadi penguatan paradigma pendidikan yang lebih humanis, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainullah juga mengajak seluruh madrasah mempersiapkan tahun ajaran baru melalui gerakan Lima Langkah SIAP, yaitu: Siap merelevansikan kurikulum madrasah dengan kebutuhan peserta didik.
Siap mematangkan perangkat pembelajaran dan Asesmen; Siap menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Siap membangun sinergi serta kolaborasi seluruh warga madrasah, dan yang terakhir Siap melakukan verifikasi akhir melalui daftar periksa (checklist) kesiapan pembelajaran.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Buardi, selaku narasumber menegaskan bahwa esensi MATAMUDA harus dilaksanakan secara edukatif, inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.
"MATAMUDA bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan budaya madrasah, membangun karakter, menumbuhkan rasa memiliki, sekaligus melakukan pemetaan potensi dan talenta murid sejak dini," ujarnya.
Selain membahas MATAMUDA, sosialisasi juga menekankan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi penyelenggaraan pendidikan di madrasah. KBC diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan kasih sayang, toleransi, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Implementasi KBC dilakukan melalui berbagai pembiasaan positif di lingkungan madrasah, didukung komunikasi visual seperti spanduk edukatif, budaya saling menyapa, keteladanan guru, hingga integrasi nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, seluruh madrasah di Kota Probolinggo diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam menyelenggarakan MATAMUDA secara berkualitas sehingga mampu menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi murid baru sekaligus memperkuat budaya madrasah yang religius, inklusif, dan berkarakter. (Rief/Humas)



