Kota Probolinggo (Humas Kemenag) — Komitmen menyiapkan generasi emas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi terus diperkuat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menerima audiensi Pengurus Yayasan Hidayatul Islam Probolinggo bersama Direktur Smart Student Institute (SSI) Kota Probolinggo di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Olimpiade Logika dan Kreasi Komputerasi Siswa Probolinggo 2026, sebuah ajang kompetisi yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir logis, pemrograman (coding), dan kreativitas digital bagi peserta didik tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Kepala Kankemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Hidayatul Islam dan Smart Student Institute (SSI) dalam menghadirkan ruang pembinaan talenta digital bagi generasi muda. Menurutnya, penguasaan teknologi informasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menjawab tantangan era transformasi digital.
"Olimpiade coding tidak hanya mengajarkan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir yang logis, sistematis, dan kreatif. Anak-anak didorong untuk bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang mampu menghasilkan solusi melalui karya digital, seperti aplikasi maupun game edukatif," ujar Didik.
Ia menambahkan, kemampuan coding juga berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah (problem solving), kolaborasi, dan inovasi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan dunia digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Sementara itu, Ketua Yayasan Hidayatul Islam, Syaihul Islam, menjelaskan bahwa Olimpiade Logika dan Kreasi Komputerasi Siswa Probolinggo 2026 akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 bertempat di Yayasan Hidayatul Islam, Jalan Supriadi Gang Pesantren Nomor 25, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Kompetisi tersebut terbuka bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Kota dan Kabupaten Probolinggo sebagai sarana mengasah kemampuan logika, komputasi, serta kreativitas dalam bidang teknologi informasi.
Menurutnya, penyelenggaraan olimpiade ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025, yang mulai mengimplementasikan mata pelajaran Coding (Pemrograman) dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital peserta didik.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan, lembaga masyarakat, dan Kementerian Agama, diharapkan semakin banyak lahir talenta-talenta digital yang mampu berinovasi, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa di era digital.
Kementerian Agama Kota Probolinggo berkomitmen mendukung berbagai program pendidikan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguatan literasi digital dan pengembangan keterampilan abad ke-21 bagi generasi muda. (Rief/Humas).



